Pandemi Belum Usai, Bupati Kudus Larang Arak Arakan Takbir Keliling

oleh -517 views
Persiapan jelang arak-arakan takbir keliling pada lebaran beberapa tahun lalu (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus HM Hartopo melarang seluruh warga di Kabupaten Kudus untuk menghelat takbir keliling. Tradisi yang dirayakan pemeluk agama islam dalam menyambut kedatangan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ini dilarang deki menekan adanya penyebaran virus covid-19.

Pelarangan takbir keliling sudah dua kali dilakukan kepada warga Kudus. Jika masih ada warga yang nekat mengadakan, maka akan diberikan sanksi. Terkait sanksi hal itu masih dibicarakan dengan Satpol PP, selaku penindak Perda.

“Takbir keliling ditiadakan. Kalau ada yang takbir keliling, itu pelanggaran. Sanksinta nanti akan kita koordinasikan dengan penindak Perda,” kata Hartopo

Selama malam hari raya nanti, Hartopo meminta kepada semua anggota Satpol PP untuk melakukan pengawasan di semua titik keramaian. Yang biasanya menjadi lokasi dilewatinya kegiatan takbir keliling, baik di desa maupun di daerah perkotaan.

“Nanti kita suruh semua, malam takbir tidak ada yang boleh tidur. Satpol PP kita suruh action di jalanan. Kita juga akan koordinasikan dengan TNI Polri. Bahkan Kemenag akan kita libatkan juga,” ungkap Hartopo.

Sedangkan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri, Hartopo tidak melarang kegiatan tersebut. Baik dilaksanakan di lapangan ataupun di masjid. Asalkan, protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan ketat.

“Salat Id di lapangan silakan, kapasitas dikurangi. Lima puluh persen lah dari kapasitas biasanya, dan tentunya prokes ketat,” tuturnya.

Pihaknya juga berpesan, jangan sampai dengan diperbolehkannya salat idul fitri ini, membuat angka positif covid-19 melonjak. Sebab, pada dasarnya Hartopo sendiri melarang segala bentuk kerumunan yang bisa saja terjadi.

Hal yang paling wajib dilajalankan warga Kudus, pesan Hartopo adalah menjaga kesehatan. Taat protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Atau bisa dengan menggunakan hand sanitizer.

“Salat Idul Fitri harus kita tata. Jangan kehilangan wajibnya dengan melakukan kesunnahan. Hal yang wajib kita lakukan itu menjaga kesehatan. Jangan sampai dengan melakukan kesunnahan (Salat Idul Fitri, red), kita malah abai kesehatan (tidak menjalankan prokes, red),” pungkasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :