Parah! Sepak Bola di Kudus Ricuh, Pemain Saling Adu Jotos, Ini Bola Apa Tinju?

oleh -544 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Lima kartu merah dan dua kartu kuning dikeluarkan wasit Imam Handoko, saat memimpin laga antara Putra Loram melawan Babalan FC dalam lanjutan babak penyisihan Grup B Divisi II U-19 Askab PSSI Kudus 2017, di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (15/11/2017).

Banyaknya kartu yang lahir di laga ini dikarenakan keributan antarpemain kedua kesebelasan yang berujung adu jotos di lapangan. Kejadian bermula saat pemain Babalan FC nomor punggung 14 Muchtar melakukan pelanggaran kepada pemain Putra Loram nomor punggung 9 Eri Efendi pada menit 52.

Melihat temannya tersungkur di tengah lapangan, pemain nomor punggung 13 Arizal Faris yang duduk di bangku cadangan berlari menuju lapangan yang kemudian mendaratkan pukulan terhadap Muchtar. Tak berhenti, satu pemain Putra Loram nomor punggung 6 Nur Qodri juga ikut memukul sambil lompat.

Terprovokasi akibat ulah pemain Putra Loram, seluruh pemain cadangan dari Babalan FC juga ikut masuk ke tengah lapangan. Saling adu jotos pun tak terhindarkan antarkedua kesebelasan. Pertandingan terhenti 10 menit akibat kericuhan tersebut.

Bahkan Babalan FC sempat memutuskan untuk mogok main tidak mau melanjutkan pertandingan. Naum setelah diberi pengertian dan nasihat dari panitia pertandingan akhirnya pertandingan kembali dilanjutkan hingga akhir laga yang berkesudahan 0-0.

Akibat kericuhan wasit Imam Handoko mengeluarkan lima kartu merah dan satu kartu kuning. Masing-masing tiga kartu merah untuk pemain Putra Lora yakni Arizal Faris, Eri Efendi, dan Nur Qodri, serta kartu kuning untuk Akbar Gilang. Sementara dari Babalan FC dua kartu merah diberikan masing-masing untuk Charles Adi dan Muchtar.

Ricuhnya pertandingan divisi II U-19 menjadi perhatian serius sejumlah kalangan yang merasa prihatin akan masa depa sepak bola Kudus. Salah satunya adalah Ketua Askab PSSI Kudus Sutrisno yang mengaku sangat terkejut dengan insiden kali ini.

Dijelaskannya, Putra Loram merupakan tim baru yang tahun ini ikut berlaga di Divisi II. ”Kami akan melakukan pembinaan kepada tim ini agar kejadian serupa tak terulang,” ujarnya.

Bahkan dirinya mengancam akan memberikan sanksi serius kepada mereka yang terlibat kerusuhan. Sebab, hal serupa bila terus berulang akan mengancam iklim sepak bola kudus. ”Ini sepak bola bukan tinju, kalau mau tinju silakan pindah cabang olahraga saja,” tegasnya. (MK)

No More Posts Available.

No more pages to load.