Pasang Gelagar, Jalan Menuju Jembatan Tanggulangin Diberlakukan Counter Flow 4 Jam Perhari

oleh
Kepadatan kendaraan akibat diberlakukannya counter flow pada jembatan Kolonel Sunandar 1 akibat akses jalan di sebelahnya di tutup (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Terhitung sejak hari Sabtu kemarin Satlantas Polres Kudus, telah memberlakukan tutup buka jalan yang melintas di Jembatan Kolonel Sunandar atau yang biasa dikenal dengan Jembatan Tanggulangin setiap hari selama sekitar empat jam.

Hal  tersebut sebagai antisipasi dan memberikan akses kepada armada mobil Crane raksasa yang akan memasang bentang-bentang gelagar berwarna merah yang nantinya akan menjadi penyangga horizontal atau penampang bagi jembatan yang baru.

Menurut Kasat Lantas Polres Kudus melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lalu Lintas (KBO Satlantas) Polres Kudus Iptu Upoyo, selama proses pemasangan gelagar itu dirinya menyiagakan tambahan personel yang bersiaga mengurai ketersendatan jalan akibat kegiatan tersebut.

“ Untuk mengatasi kemacetan di ujung Jembatan baik dari arah Kudus maupun arah Demak, petugas kepolisian memberlakukan cara counter flow, karena akses yang dari Demak menuju Kudus terpaksa harus di tutup,” ujarnya. Minggu, (10/02/2019).

Hari ini Satlantas Polres Kudus menyiagakan delapan personel guna membantu kelancaran arus lalu lintas menyusul adanya penutupan salah satu Jembatan Tanggulangin.

TRENDING :  Telan Beaya Rp 6,54 M, Jalan Tembus Loram Wetan - Tanjung Karang Sepanjang 8 Kilometer Direhab

“Dari hasil kesepakatan jembatn yang ditutup tersebut selama ini untuk melintas kendaraan dari arah Demak menuju Kudus hanya akan berlangsung selama 4 jam saja, yaitu dari jam 10.00 hingga jam 14.00 WIB dan dijadwalkan hingga akhir bulan Februari ini,” terangnya.

Setelah ada penutupan, dialihkan ke jembatan di dekatnya yang sebelumnya untuk melintas arus kendaraan dari arah Pati dan Kudus menuju Demak.

Akibat pengalihan tersebut, terjadi kepadatan arus lalu lintas dengan kondisi terparah dari arah Kudus yang menuju Demak.

“Ini dikarenakan akses jalan yang dari Kudus menuju Demak, terpaksa harus berbagi dua dengan pengendara dari arah Demak menuju Kudus, sementara di depan terminal terdapat lampu merah yang membagi juga akses menuju jalan lingkar Selatan,” jelas Upoyo.

Mobil Crane raksasa yang bertugas mengankat gelagar bagi penampang jembatan tanggulangin baru (foto: YM)

Dari pantauan media ini, karena padat dan rapatnya antrean kendaraan sehingga akses menuju jalan lingkar selatan dari arah Demak yang ke arah Pati tersumbat. sehingga truk-truk besar yang menuju ketimur atau jalan lingkar, mengambil akses lampu merah perempatan dekat hotel Grypta lalu berbelok kea rah timur.

TRENDING :  Antisipasi Saat Banjir Air Melimpas, Jembatan Ganesha I Purwosari Ditinggikan Dan Dibuatkan Saluran

“Memang untuk kendaraan dari arah Demak, tidak boleh berbelok di pertigaan lampu pengatur lalu lintas di sekitar Terminal Induk Jati Kudus, tetapi langsung lurus ke depan dan baru boleh belok untuk menuju arah Pati dan Surabaya ke Jepara di perempatan Lingkar Kencing itu,” ujarnya.

“Tapi kondisi seperti ini tidak akan lama, hanya sekitar 4 jam saja, setelah itu akan lancer kembali seperti biasa, ini akan diberlakukan setiap hari hingga akhir bulan ini,” terang KBO..

Jalur alternatif, kata dia, tetap akan disediakan dengan penunjuk rambu tambahan yang akan dipasang di titik-titik tertentu bila diperlukan.

Ia mengakui jalur alterantif yang bisa dilalui rutenya memang cukup jauh. Namun, bagi pengguna jalan yang berminat melalui jalur tersebut, akan disiapkan rambu penunjuk jalannya.

Dari arah Pati, bisa melalui Undaan saat sampai di Proliman Tanjung, menuju Klambu, kemudian menuju Godong, Mranggen, dan Semarang.

Alternatif kedua, melalui Welahan Jepara hingga tembus ke Trengguli, Demak.

“Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kudus, termasuk kemungkinan adanya pengubahan durasi waktu lampu pengatur lalu lintas agar arus lalu lintas dari Demak tidak terjadi penumpukan,” katanya.

TRENDING :  Hari Pertama Nasuk Kerja ASN Kudus Halal Bihalal dengan Bupati

Sementara itu Subhan, Site engineering Manager, PT Wahana Mitra Amarta, konsultan pengawas proyek Jembatan, saat di temui media ini di lokasi proyek, mengatakan, sekarang ini sudah pada pemasangan gelagar jembatan pada line 1 dan line 2.

“Kami memang hanya minta waktu 4 jam perhari untuk menutup akses jalan diatas jembatan Kolonel Sunandar 2, untuk member akses mobil crane ini mengangkat gelagar menuju tiang pancangnya, ini mungkin akan berlangsung hingga akhir bulan ini,” jelas dia. Minggu, (10/02/2019).

Subhan menjelaskan, menurut dia sampai kelima line gelagar benar-benar terpasang semua, dijadwalkan akan kelar pada sekitar bulan April depan, sedangkan keseluruhan proyek pembangunan jembatan diperkirakan tuntas pada bulan Juni 2019 sesuai kontrak,” tandas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :