Pasar Kliwon Terpasang 64 Titik CCTV, Baru 30 Persen dari Jumlah Ideal

oleh -427 views
Petugas pasar saat menunjukkan lokasi CCTV disalah satu titik di pasar Kliwon Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Antisipasi sejumlah hal terkait keamanan dan pengamanan di sejumlah pasar tradisional salah satunya yakni dengan dilakukan pemasangan kamera televisi sirkuit tertutup (CCTV) disejumlah titik di pasar-pasar di Kudus.

CCTV atau kamera pengintai di sejumlah pasar di Kudus masih kurang. Satu di antaranya di Pasar Kliwon yang hanya terdapat 64 titik. Jumlah ini hanya 30 persen dari ukuran idealnya.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto menyebut jumlah ideal CCTV di pasar Kliwon antara 150-200 titik. Sehingga jumlah yang ada dinilainya masih jauh di bawah standar.

Untuk itu pihaknya mengupayakan adanya penambahan. Tetapi masih terkendala refocusing anggaran karena Pandemi Covid-19. “Tahun ini penambahan hanya di Pasar Jember dan Piji. Sementara di Kliwon ditunda dulu. Mengingat terbatasnya anggaran,” terangya.

Dari total 27 pasar yang ada di Kudus sejauh ini baru ada tiga pasar yang terpasang. Pasar Kliwon, Baru dan Bitingan.

Kepala Pasar Kliwon Sugito menambahkan kekurangan jumlah CCTV di pasar itu karena bangunan dan areal pasar cukup luas. Yakni mencapai 27.682 ha. Sehingga diperlukan kamera pengintai yang banyak.

Selain itu juga banyaknya pintu. Total pintu masuk saja ada 32. Sehingga 64 CCTV itu mayoritas diletakkan di area pintu. Sementara untuk bagian dalam pasar seperti lorong, area pertokoan, los masih kurang.

Pemasangan CCTV tersebut dimulai sejak 2017 dan hingga kini belum ada penambahan. “Namun tiap tahun kami ajukan. Diterima atau tidak kami pasrah,” jelasnya.

Pemasangan tersebut bisa memudahkan pengelola pasar untuk memantau aktivitas di pasar. Terlebih jika ada aksi kriminalitas.

“Terutama saat malam hari. Karena tanggungjawab sepenuhnya di piahk pasar. Jika siang hari pedagang pasar juga ikut mengawasi dagangan masing-masing,” tuturnya.

Sementara kondisi CCTV sendiri masih berfungsi seutuhnya. Namun performanya tak lagi optimal. Hardisk penyimpanan sudah terbatas. Tak lagi bisa menyimpan video rekaman selama seminggu terakhir.

Selain itu monitor pemantauan juga kerap trouble. Padahal instalasi itu baru diganti. “Kadang tidak bisa dipantau karena tidak tersambung di layar monitor,” tukasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :