PASAR YA’I

oleh

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pasar atau market merupakan sebuah tempat bertemunya pembeli dengan penjual guna melakukan transaksi ekonomi yaitu menjual atau membeli suatu barang dan jasa atau sumber daya ekonomi dan berbagai faktor produksi lainya.


Pasar Yaik adalah salah satu pasar yang berada di Kota Kudus tepatnya berlokasi di depan pasar Bitingan turut Desa Ploso.

Suasana pasar yai malam hari ( Aditama )


Pasar yang mulai buka dari pukul 16.00 – 00.00 WIB ini menjual berbagai produk mulai dari pakaian anak-anak, pakaian remaja, pakaian dewasa, sandal, jaket, topi, kaset CD sampai kuliner.

TRENDING :  Puluhan Warga Mlati Kidul, Ikuti Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular
( Aditama )


Kenapa bisa di namakan “Pasar Yaik” ? Ketua Paguyuban pedagang Pasar Yaik Bpk Purnomo (57) saat kami temui di lapaknya (16-07-2019) mengatakan beliau tidak tahu asal mula dari nama “Pasar Yaik”, sejak beliau mulai berdagang 35 tahun yang lalu pasar tersebut sudah melekat di masyarakat dengan sebutan Pasar Yaik.


Untuk pedagangnya sendiri sampai saat ini berjumlah 70 pedagang termasuk warung makananan yang berada di selatan pasar dan semuanya dari Kudus tidak ada yang dari luar Kota. Untuk menjaga silaturahmi dan kerukunan antar pedagang,setiap 6 bulan sekali diadakan pertemuan rutin untk menjalin tali silaturahmi dan membahas kesejahteraan para pedagang pasar yaik.

TRENDING :  Dinas Perdagangan Kudus Akan Gelar Operasi Pasar Untuk Stabilkan Harga Cabai


Saat kami wawancara dengan salah satu pembeli,kenapa memilih berbelanja di pasar yaik dibandingkan dengan pasar / swalayan yang lainya,beliau mengatakan bahwa kualitas produk/barang yang dijual disini tidak kalah dengan kualitas/produk yang dijual di pasar/swalayan lainya,untuk harganya pun tergolong sangat terjangkau tidak membuat kantong bolong, pembeli pun juga dapat melakukan proses nego sehingga produk yang di beli bisa jadi lebih murah beda dengan market atau swalayan besar yang harganya tidak bisa di nego.

TRENDING :  Pagi Ini Kupatan Kanjeng Sunan Muria di Colo, "Kupat untuk Indonesia Bersatu"


Sebelum adanya market online, Ibu Nur Cahaya (salah satu pedagang) mengaku rata-rata dapat menjual ke puluhan pembeli per hari apalagi kalau malam Minggu atau hari libur bisa kebanjiran oleh pembeli. Setelah adanya market online sangat disayangkan masyarakat sekarang lebih banyak memilih untuk berbelanja online timbang langsung berbelanja ke pasar langsung, hal ini berdampak pada menurunya omset penjualan para pedagang pasar yaik. ( * )

KOMENTAR SEDULUR ISK :