Pasca Dilantik Jadi Bupati Kudus, Hartopo Siap Laksanakan Pesan Ganjar

oleh -856 kali dibaca
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi melantik Hartopo menjadi Bupati Kudus, pada Jumat (9/4/2021), di Gedung Gradhika Bhakti Praja Pemprov Jateng. Foto: istimewa

Kudus, isknews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi melantik Hartopo menjadi Bupati Kudus, pada Jumat (9/4/2021), di Gedung Gradhika Bhakti Praja Pemprov Jateng. Usai Hartopo dilantik, Prosesi dilanjutkan dengan pelantikan Mawar Hartopo sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus dan Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus oleh Ketua TP PKK Jateng, Siti Atikoh Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menitipkan beberapa pesan penting yakni perbaikan reformasi birokrasi, pemulihan ekonomi akibat pandemi dan masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Ganjar meminta agar Pemkab Kudus melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengubah mindset komponen penyelenggara pemerintahan.

“Kalau mau berdikari dalam bidang ekonomi, didukung dengan birokrasi bersih, pasti akan melaju kencang. Karena yang mau investasi tidak akan merasa dipersulit,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga memacu pemulihan ekonomi di Kabupaten Kudus. Ganjar mengapresiasi inovasi dalam ekonomi kreatif yang sudah ditonjolkan Kabupaten Kudus. Maka dari itu, pihaknya meminta peningkatan Sumber Daya Manusia supaya terus ditingkatkan.

“Untuk kudus, dengan berbagai inovasinya sudah keren. Nuansa dalam menumbuhkan ekonomi kreatifnya sudah jalan, tinggal menyiapkan SDM-nya,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Bupati Kudus Hartopo mengaku siap melaksanakan pesan Ganjar dalam hal reformasi birokrasi. Pihaknya tak akan lelah untuk terus melakukan sosialisasi dan pencegahan praktik-praktik korupsi.

“Birokrasi harus diperbaiki terus, karena ini demi menunjang pembangunan Kudus,” kata Hartopo saat ditemui awak media di Pendapa Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Hartopo berkomitmen untuk siap menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, melalui reformasi birokrasi.

“Reformasi birokrasi tentunya harus ditata sampai ke akar-akarnya. Masalah birokrasi diperbaiki terus karena itu menunjang kinerja kita bersama untuk membangun kudus. Kami bekerja sebagai abdi negara dengan pengabdian untuk membangun Kudus,” ujarnya.

Selain itu, Hartopo menanggapi masalah RTRW yang disampaikan gubernur. Dirinya mengaku siap menegakkan peraturan yang berlaku terkait keberadaan lahan hijau agar tak berkurang. Pasalnya, lahan hijau mempunyai fungsi vital dalam kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

“Tata ruang untuk lahan hijau tidak boleh dikurangi lagi, karena Kudus termasuk kabupaten yang luas wilayahnya kecil. Maka, kalau ada bangunan-bangunan liar di lahan hijau, akan kita tertibkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Hartopo juga akan mengoptimalkan program-program pengendalian Covid-19. Mikrozonasi yang telah diterapkan akan terus diperketat. “Sekolah kami pantau terus, agar semuanya berjalan lancar. Tentu kami akan laksanakan pesan itu, termasuk pemulihan ekonomi Kudus dengan pemberdayaan UMKM,” pungkasnya.

Diketahui, Hartopo menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus selama satu setengah tahun lebih. Ia resmi dilantik sebagai Bupati Kudus sisa masa jabatan 2018-2023. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :