Pasca Panen Cabai, Ibu-Ibu Desa Setrokalangan dan Kedungdowo Dilatih Bikin Sambal Kemasan

oleh -353 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sejumlah ibu-ibu dari Desa Setrokalangan dan Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu Kudus dilatih praktek pembuatan sambal kemasan yang diselenggarakan oleh Bapeltan Distanbun Prov Jateng bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus.

Bertempat di dalam gedung pertemuan Balai desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu, Rabu (13/10/21). Sebagai tindaklanjut program Bimbingan teknis agribisnis pengolahan hasil pertanian angkatan V. Hari ini ditunggui langsung Kepala Bada Pelatihan Pertanian ( Bapeltan ) Prov Jateng, Heru Cahya Nugraha didampingi Kasie Tanaman Pangan Dispertanpangan Kudus, Arin Nikmah.

Heru Cahya Nugraha mengungkapkan bahwa dunia pertanian merupakan dunia usaha yang selalu bisa bertahan pada situasi apapun. Sebab, hasil pertanian selalu dibutuhkan selama masih ada kehidupan manusia. “Dulu saat krisis ekonomi 98, pertanian tetap eksis bertahan. Kemudian saat pandemi covid juga tetap stabil bahkan ada peningkatan. Oleh karena itu, sekarang Bapeltan mengadakan pelatihan pengolahan hasil pertanian. Nanti para ibu-ibu bisa memilih produk apa di desanya yang sedang melimpah. Kemudian dikemas dan dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Atau malah menjadi pilihan kerja utama ,” kata Heru Cahyana.

Kegiatan ini, sambungnya, tidak selesai hanya di pelatihan sekarang saja. Namun akan selalu dilakukan monitoring dan evaluasi paska bimteks. Sehingga kegiatan benar-benar memberikan manfaat untuk para peserta pelatihan dan masyarakat pertanian. “ Kalau dari 30 peserta ini, ada satu saja yang langsung memulai usaha dan kelihatan. Silakan menghubungi kami. Nanti akan kita pertemukan dengan kepala dinas, siapa tau nanti ada fasilitasi peralatan produksi. Sebab kami ini hanya bagian pelatihan, sedangkan untuk bantuan peralatan pada bidang lain ,” terangnya sambil memberikan nomor telepon genggamnya.

Usai memberikan sambutan, para ibu-ibu kemudian praktek membuat sambel bubuk kemasan dengan pengajar Endang, pemilik usaha sambal kemasan CV Mak’e ndang Purwodadi.

“Untuk ibu-ibu, kalau menggorengnya memakai masker ya meskipun sudah tidak pandemi. Sebab aroma cabai menusuk hidung ,’” kata Endang sambil memberikan arahan mengaduk bahan cabai yang sudah digiling menjadi bubuk. Ibu-ibu peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu bergantian mengolah dan menyiapkan kemasan botol untuk tempat sambal olahan.

“ Wah ini kok malah jadi begini plastik segelnya ,” teriak Rustiani, peserta dari Desa Setrokalangan yang berusaha menutup botol kemasan dengan segel plastik menggunakan pemanas sambil tertawa. “Lha tanganmu ndredek ngono kok. Tenang ae , alon alon mbak ,” tukas Nur Kholifah yang menunggu giliran.

Melihat antusiasnya ibu-ibu, Arin Nikmah, Kasie Tanaman Pangan Dispertanpangan Kudus, memotivasi ibu-ibu agar di Kedungdowo maupun Setrokalangan segera membentuk kelompok untuk tindaklanjutnya. “Kedepan nanti kita akan ajukan fasilitasi agar mendapatkan peralatan. Ini sebagai upaya kami untuk penanganan paska panen Cabai . Jadi sudah kami usulkan untuk alat pengering cabai agar tidak kesulitasn menjemur saat musim penghujan ,” jelas Arin Nikmah. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :