Kudus, isknews.com – Menanggapi keluhan masyarakat terkait tidak berfungsinya fasilitas air siap minum di Alun-Alun Simpang 7 Kudus, Perumda Tirta Muria (PDAM) Kudus bergerak cepat melakukan pengecekan dan perbaikan. Respons ini dilakukan setelah warga mengeluhkan kran air tidak mengeluarkan air saat digunakan pada kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana, Selasa (4/11/2025) pagi.
Sejumlah peserta apel yang kehausan sempat kecewa karena fasilitas air minum publik tersebut tak berfungsi sebagaimana mestinya. Tak lama berselang, tim teknis dari PDAM Kudus langsung diterjunkan ke lokasi untuk memeriksa kondisi kran serta alat filtrasi yang menjadi sumber permasalahan.
Direktur Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan pada sistem penyaringan air. “Dari pengecekan, alat filtrasi mengalami kerusakan sehingga air tidak bisa keluar. Karena itu, perlu dilakukan penggantian filter sekaligus kran air minum,” terangnya, Selasa siang.
Ia menambahkan, fasilitas kran air siap minum di Alun-Alun Simpang 7 Kudus sudah terpasang sejak tahun 2019. Air yang disalurkan berasal langsung dari jaringan PDAM dan telah melalui proses penyaringan berlapis, sehingga aman dan layak dikonsumsi. “Kualitas airnya baik, dari sisi mineral, pH, dan parameter lain semuanya memenuhi standar,” ujarnya.
Menurut Winarno, kendala seperti ini biasanya disebabkan oleh usia peralatan yang sudah lama atau adanya kebocoran pada sistem distribusi. Oleh karena itu, tim PDAM segera melakukan perbaikan menyeluruh. “Setelah perbaikan dan penggantian filter, kami targetkan besok (5 November 2025) fasilitas air siap minum di Alun-Alun sudah bisa digunakan kembali,” jelasnya.
Winarno juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga keberlangsungan fungsi fasilitas publik tersebut. “Kami berharap warga menggunakan air ini sesuai peruntukannya, hanya untuk diminum, agar alat tetap awet dan berfungsi optimal,” pesannya.
Selain di Alun-Alun Kudus, fasilitas air siap minum milik PDAM juga tersedia di Pelayanan Publik Terpadu Polres Kudus dan SMA 1 Kudus. Menurut Winarno, fasilitas di SMA 1 Kudus bahkan masih berfungsi baik hingga kini karena dilakukan pengecekan rutin. “Siswa-siswi di sana sudah terbiasa membawa botol sendiri untuk diisi dari kran air minum kami. Ini bentuk pemanfaatan yang positif dan patut dicontoh,” pungkasnya. (AS/YM)







