Pekan Ketiga Juli 2021, Kudus “Zero” Desa Zona Merah

oleh -1.360 kali dibaca
Bupati Kudus H.M. Hartopo saat memberikan paparanya secara virtual bersama Satgas Covid-19 Pemerintah Pusat di gedung Command Center Diskominfo Kudus, Jumat (30/7/2021).

Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus mengalami titik terendah kasus covid-19 pada bulan April 2021, sedangkan puncak kasus terjadi sekitar pertengahan bulan Juli 2021. Hal itu disampaikan oleh Bupati Kudus H.M. Hartopo saat memberikan paparanya secara virtual bersama Satgas Covid-19 Pemerintah Pusat di gedung Command Center Diskominfo Kudus, Jumat (30/7/2021).

“Pada titik terendah, kabupaten Kudus mengalami kasus aktif mencapai 50 an orang namun tidak ada yang dirawat di RS, pada kasus puncaknya, tepatnya 12 Juni hingga 2.342 kasus aktif dengan kasus baru harian mencapai 500, angka kematian 34/hari, serta BOR isolasi disemua RS hampir terisi 100%,” paparnya.

Kajian melonjaknya kasus covid-19 tersebut terjadi ketika terjadinya kerumunan dibeberapa tempat menjelang lebaran sehingga berpotensi abai terhadap prokes. Selain itu, tradisi saling mengunjungi dan silaturahmi ketika lebaran.
“Melonjaknya kasus covid di kabupaten Kudus terjadi ketika menjelang lebaran dibeberapa tempat seperti pasar, mal, dan tempat ziarah. Selain itu, abainya prokes dimasyarakat terjadi ketika tradisi saling mengunjungi dan silaturahmi saat lebaran idul fitri,” terangnya.

Bupati Hartopo juga menyebutkan jumlah tertinggi desa yang masuk kategori zona merah di kabupaten Kudus serta perkembanganya ketika dalam penanganan.
“Untuk diketahui, dikabupaten Kudus terdapat desa dengan zona merah mencapai 84 desa pada minggu ke-2 bulan Juni 2021, 56 desa pada minggu ke-3 Juni 2021, 27 desa minggu ke-4 Juni 2021, 8 desa minggu ke-1 Juli 2021, 2 desa minggu ke-2 Juli 2021, dan pada minggu ke-3 Juli 2021, Kudus zero atau tidak ada desa zona merah covid-19,” sebutnya.
Upaya tersebut merupakan hasil dari penanganan kabupaten Kudus yang bersinergi dengan pihak terkait.

“Dalam penanganan covid-19 di kabupaten Kudus, ada hal penting yang dilakukan. Diantaranya sinergitas, gotong royong, dan patuh prokes. Selain itu, penyediaan tempat isolasi terpusat ditingkat kabupaten/desa,”jelasnya.

Selain itu, berbagai langkah yang diambil Hartopo seperti mengaktifkan jogo tonggo, transparansi data terupdate, pengetatan wilayah hingga tingkat desa/RT, penerapan PPKM Mikro yang selalu dipantau, menggenjot percepatan vaksinasi yang melibatkan pihak swasta serta penguatan 3T secara masif menjadi langkah konkrit yang nyata.
“Semua itu, tak lepas dari strategi penanganan penyebaran covid-19 dari hulu dan hilir, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek,” pungkasnya.

Sementara itu, tim pakar satgas covid, Andi Ilham Said memuji langkah Pemkab Kudus dalam penanganan covid-19. Pihaknya mengatakan jika langkah konkret kabupaten Kudus dapat ditiru oleh daerah lain dalam penanganan covid-19.
“Daerah lain juga dapat mengadopsi upaya penanganan covid-19 dari Pemkab Kudus, tentunya dengan menjalin sinergi bersama dengan pihak-pihak terkait,” tandasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :