Pekerja PT Soloroda Tuntut Uang Pesangon Total Rp 16 Miliar

oleh

Kudus, isknews.com – Pekerja PT Soloroda Indah Plastik (SIP) Kudus, menuntut uang pesangon total sebesar Rp 16 miliar. Tuntutan itu disampaikan saat mediasi antara pihak pekerja dan perusahaan, di Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Nakertrans) UMKM Kabupaten Kudus.

Dalam mediasi yang difasilitasi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial (HI) Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi (Disperinnakertrans) Koperasi dan UMKM Kabupaten Kudus, Ansori, hadir kuasa hukum pekerja PT SIP Daru Handoyo dan Pengurus Unit Kerja (PUK) PT SIP, Rusdi. Sedangkan dari pemilik PT SIP, diwakili kuasa hukumnya, Suharno.

TRENDING :  Innalillah, Jemaah Haji Asal Kudus Meninggal di Tanah Suci, Berikut Identitasnya

Ansori, saat dihubungi isknews.com, Rabu (17-01-2018), di ruang kerjanya, mengatakan, dalam mediasi yang berlangsung 10 Januari 2018 lalu, agendanya adalah mendengarkan tuntutan pekerja yang ditujukan kepada pemilik perusahaan.

Tuntutan itu meliputi uang pesangon, uang tunggu dan BPJS. Namun yang diutamakan dan disepakati kedua belah pihak, uang pesangon dibayarkan lebih dahulu.
“Besarnya uang pesangon yang diminta oleh pekerja, melalui kuasa hukum, Daru Handoyo, secara keseluruhan untuk 317 pekerja PT SIP, total Rp 16 miliar.”

TRENDING :  Ratusan Mahasiswa IAIN Kudus Suarakan Penolakan RUU KPK dan KUHP di DPRD

Menanggapi tuntutan tersebut, lanjutnya, kuasa hukum PT SIP, Suharno meminta waktu untuk menyampaikan ke pemilik perusahaan, serta akan mempelajari lebih dahulu.
Sehingga mediasi itu belum ada titik temu, akan dilanjutkan mediasi berikutnya yang rencananya akan dilaksanakan pada 20 Januari 2018, di tempat yang sama.

Sementara itu dari kuasa hukum pekerja, Daru Handoyo, dalam mediasi itu mengatakan, tuntutan pekerja PT SIP sebesar Rp 16 miliar itu bukan harga mati. “Pekerja tidak sekedar menuntut, namun juga mempertimbangkan kondisi dan kemampuan perusahaan.”

TRENDING :  678 UPZ Ditargetkan Terbentuk di Masjid se-Kudus

Seperti diberitakan di isknews.com, nasib 317 karyawan PT Soloroda Indah Plastik yang dirumahkan, hingga belum jelas. Komisi B DPRD Kabupaten Kudus yang diharapkan bisa menjembatani penyelesaian kasus tersebut, belum mengagendakan pertemuan kedua belah pihak yang bersengketa, antara karyawan dan pemilik perusahaan yang letaknya di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupeten Kudus itu. (DM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :