Pelaku Pembacokan Polisi di Tlogowungu Ternyata Orang Yang Mengalami Gangguan Jiwa

oleh

PATI, ISKNEWS.COM – Peristiwa pembacokan anggota Polisi yang terjadi di ruang kantor Mapolsek Tlogowungu ternyata dilakukan oleh orang yang mempunyai gangguan jiwa.

Kanit Provos AIPTU Kosrin mengalami luka bacok pada kepala, pembacokan dilakukan oleh seseorang yang berinisial MP warga Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Pati Jawa Tengah.


Adanya kejadian tersebut di benarkan oleh Kapolda Jawa Tengah Rycko Amelza Dahniel, menurutnya, bahwa kasus tersebut dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa. (foto:istimewa)

Pembacokan dilakukan oleh pelaku MP menggunakan golok atau bendo di ruang kantor Polsek Tlogowungu sekitar pukul 09,30.WIB, Selasa, (27-08-2019)

TRENDING :  Mbak Ida Ingatkan Kaum Ibu Untuk Menjadi Benteng Keluarganya Terkait Radikalisme

Adanya kejadian tersebut di benarkan oleh Kapolda Jawa Tengah Rycko Amelza Dahniel, menurutnya, bahwa kasus tersebut dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa. Pelaku juga pernah dirawat di RSJ di Semarang.

“Pelaku ternyata orang yang mengalami gangguan jiwa, ini dibuktikan surat keterangan dari dokter dan pelaku juga pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Semarang,”jelas Kapolda.

TRENDING :  Ganjar Buka Jumbara Temu Karya Sukarelawan 2017

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Regaloh Suwarno membenarkan bahwa pelaku pembacokan adalah warga Desa Regaloh yang mengalami gangguan jiwa. Hal itu dibuktikan surat keterangan rujukan pengobatan yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati kepada RSJ dr. Amino Gondohutomo di Semarang.

“Benar Saudara MP mengalami gangguan jiwa, pada tahun 2014 dia sudah pernah dirujuk untuk berobat di RSJ Semarang,” ungkapnya.

TRENDING :  Tak Kuat Berenang, Seorang Pemancing Ditemukan Meninggal di Dasar Sungai Silugonggo

Suwarno juga menambahkan bahwa setiap harinya pelaku MP sering melakukan hal itu, namun pada saat akan melakukannya digagalkan oleh warga bahkan Suwarno sendiri pernah hampir mengalami hal serupa.

“Dia sering membawa parang yang hendak dipakai untuk melukai orang, bahkan hal itu hampir pernah terjadi pada saya” pungkanya. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :