Pelaku UMKM di Kudus Dilatih Kompetensi Bidang Fashion

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Pelatihan fashion kepada 25 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) belum lama ini digelar Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, Koperasi dan UKM  (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus.

Plt. Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Rofiq Fachri mengatakan tujuan adanya pelatihan ini  adalah untuk memotivasi para pelaku UMKM bidang fashion serta mengembang  kekreativitasannya.

“Pelatihan ini selama 5 hari. Dari hari Selasa (15/10) hingga Sabtu (19/10).  Dengan tujuan dapat memotivasi 25 peserta dari alumni BLK ini. Agar daya kekreativitasannya semakin berkembang. Di mana ilmu dari BLK kita kembangkan dibidang UMKM,” bebernya.

TRENDING :  Taman Bojana Kudus, Pusat Khas Kuliner Kota Kretek

Pelatihan ini dari bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Banat Kudus.

Pihaknya memilih SMK NU Banat karena ia menilai SMK NU Banat telah terbukti kualitasnya. Serta memiliki fasilitas yang lengkap dan mempunyai pemateri yang kompeten dibidang fashion.

“Beberapa kali sekolahan ini mengikuti ajang di tingkat nasional dan internasional. Selain itu, kami lihat fasilitas dan tenaga pengajar di sini paling lengkap dan mumpuni dalam membimbing para pelaku UMKM dibidang fashion di Kabupaten Kudus ini,” ungkapnya ketika ditemui di SMK NU Banat, kemarin.

TRENDING :  Masan : Kami Bukan Calon Yang Paling Kaya Tapi Paling Siap

Zulfa Setianingsih salah satu tenaga pengajar mengatakan untuk melatih para peserta, SMK NU Banat menurunkan empat tenaga pengajar. Dalam menjalan tugasnya, ia mengaku ada beberapa tantangan.
“Untuk tantangannya, ini kan diikuti 25 orang ada yang sudah ada basic  dan ada yang dari nol. Untuk yang mempunyai basic biasanya dia mereka kesulitan berinovasi dan sulit untuk diarahkan ke skil yang lainnya.

Bagaimana cara yang halus dan sebagainya. Sedangkan yang belum mempunyai basic mereka cenderung minder dengan peserta yang sudah mempunyai basic, “ ujarnya.
Dengan adanya pelatihan ini ia berharap para peserta bisa membuat kelompok menjahit, bisa menerima pesanan serta mampu mengembangkan skilnya sesuai perkembangan jaman.

TRENDING :  Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia, Rutan Kudus Lakukan Screening

Sementara itu, Idha Yanti salah satu peserta menyambut baik adanya pelatihan ini. Ia bersyukur ada tenaga pengajar yang membantu dan memberikan ilmu baru kepadanya. “Semoga bermanfaat. Dan semoga ilmu dari pelatihan inj dapat digunakan di produk kami,” kata Idha yang mempunyai usaha konveksi di rumahnya ini. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :