,

Pelaku Usaha Makanan hingga Depot Air Minum Diedukasi Keamanan Pangan Siap Saji

oleh -983 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pelaku usaha restoran, rumah makan, jasaboga, catering, dan depot air minum di Kudus diedukasi keamanan pangan siap saji oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Senin (22/4/24) di hotel @HOM.

Gelaran ini dilakukan untuk memastikan para pelaku usaha tersebut mendapatkan pembekalan soal keamanan pangan. Di akhir sesi, mereka bakal mendapatkan sertifikat keamanan pangan. Yang mana, sertifikat tersebut dapat digunakan untuk mendaftar NIB di perizinan Mall Satu Atap.

“Syarat yang dari DKK itu mengikuti pelatihan keamanan pangan, infeksi kesehatan lingkungan, dan uji pemeriksaan air,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Nuryanto kepada awak media.

Dirinya mengatakan, kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memastikan keamanan pangan melalui ilmu pengetahuan tentang higenisasi makanan. Sehingga makanan tidak beresiko terjadi keracunan, atau hal hal yang menyebabkan dapat kurang baik.

“Supaya makanan yang disajikan itu terhindar dari bakteri jahat. Misalnya, makanan di piring ada rontokan rambut itu akan membuat pelanggan komplain. Sehingga dari sajian makanan bebas dari kotoran. Dalam jangka panjang nanti supaya terbebas dari penyakit diare, dan tipes. Sedangkan jangka pendeknya biar terhindar dari bakteri e-coli,” ucapnya.

Dia menambahkan, uji makanan yang harus diperhatikan salah satu diantaranya pemakaian sarung tangan ataupun celemek.

Padahal, pedagang harus melayani pembeli sekaligus menerima uang dan mengembalikan uang pembeli. Jika abai bukan tak mungkin makanan akan terkontaminasi oleh mikroba. Mikroba inilah yang menjadi penyebab paling banyak terjadinya keracunan.

“Secara fisik harus diperhatikan dari segi kebersihan. Kemudian, secara kimiawi, pengelolaan makanan, buah-buahan, dan sayuran. Proses di bersihkan dulu lalu disajikan sebaik mungkin supaya bebas dari insektisida dan tidak dimakan oleh bakteri pembusuk,” imbuhnya.

Lanjut Nuryanto, program pelatihan dari dinas ini untuk memenuhi upload persyaratan, uji pemeriksaan air. Setelah itu, bisa mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Karena sekarang bagi pelaku usaha wajib memiliki NIB baik itu makanan basah maupun makanan kering. Selanjutnya ada sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk makanan kering. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :