Pelatihan QRIS: UMKM Go Digital oleh Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Mejobo

oleh -257 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pelatihan QRIS merupakan salah satu program kerja dari divisi UMKM KKN-IK IAIN Kudus desa Mejobo yang dilaksanakan di aula balai desa Mejobo dan mengundang dua narasumber dari anggota GENBI yaitu Ayuni Sofiyah dan Luthfi Alif Triyani. (30/09/2021)

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya. QRIS dibagi menjadi 2 yaitu static dan dinamik. QRIS Statik meliputi UMKM kecil, pelanggan atau customer yang scan kodenya. Sedangkan QRIS Dinamik merupakan pelaku usaha yang akan scan setiap pembayaran kodenya berbeda-beda.

“Tujuan adanya kegiatan pelatihan UMKM menambah wawasan  masyarakat warga desa mejobo agar bisa mengerti tentang apa itu QRIS sehingga  masyarakat lebih tahu apa saja manfaat yang didapat dari pelatihan QRIS UMKM ” jelas Asrori sebagai ketua acara Pelatihan QRIS: UMKM Desa Mejobo Go Digital .

Manfaat dari QRIS bagi merchant (pengusaha) yaitu dapat mengikuti tren pembayaran secara non tunai digital (Ovo, Gopay, Linkaja, Dana, Paytren, dan lain-lain), dapat meningkatkan traffic penjualan, dapat menurunkan biaya pengelolaan uang tunai atau kecil, penurunan risiko rugi karena menerima pembayaran dengan uang palsu, transaksi tercatat otomatis dan dapat dilihat history transaksinya, building credit profile bagi bank yaitu peluang untuk mendapat modal kerja menjadi lebih besar, kemudahan pembayaran tagihan secara non tunai, dan mengikuti program pemerintah ( BI, Kementrian dan Pemda).

“Harapan saya untuk kegiatan pelatihan ini bisa dimasifkan lagi pada masyarakat terutama usaha kecil agar mereka aware terhadap digitalisasi yang saat ini merambah di lini kehidupan, selajutnya diharapkan setelah adanya pelatihan ini adanya follow up yaitu teman-teman peserta mempunyai QRIS dan bisa langsung mempraktikan didalam usahanya” Jelas Ayuni Sofiyah selaku narasumber Pelatihan QRIS.

“Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi pelaku UMKM untuk mempermudah transaksi pembayaran. Seiring majunya teknologi pasti ada inovasi-inovasi baru yang berjalan dengan baik salah satunya kebijakan dari BI melalui pembayaran online yang bernama QRIS, harapannya dapat digunakan seluruh UMKM  untuk menunjang digitalisasi yang sangat baik” ungkap Ahmad Alkajabar salah satu peserta webinar pelatihan QRIS.

Dengan adanya pelatihan QRIS ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi  pelaku  UMKM  di desa Mejobo karena digitalisasi yang berkembang dengan pesat seperti tren pembayaran menggunakan non-tunai sedang tinggi dilakukan maka sudah saatnya sekarang pelaku UMKM bisa mempraktikan QRIS ini. (Siti Maesa/CH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :