Pelestarian Budaya dan Potensi Wisata Tersaji dalam Kirab Kaliputu

oleh -35 Dilihat
Penampilan peserta kirab di depan panggung. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Tradisi dan potensi wisata berpadu harmonis dalam Kirab Budaya Jenang Tebokan yang kembali digelar di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (27/6/2025). Kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal sekaligus promosi kekayaan kuliner dan sejarah Kaliputu sebagai desa penghasil jenang ternama di Indonesia.

Kirab dimulai dari Jalan Raden Makam Pahlawan Kaliputu dan berakhir di Balai Desa Kaliputu. Warga tampak antusias membawa tebok berisi aneka jenang serta gunungan hasil bumi sebagai simbol syukur atas berkah yang diterima, terutama dari usaha jenang yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Kepala Desa Kaliputu, Widyo Pramono, menyebut kirab ini menjadi ikon budaya sekaligus media untuk membangkitkan kembali semangat para pelaku industri jenang. “Meski jumlah pengusaha jenang menurun, semangat masyarakat tetap tinggi. Lewat kegiatan ini, kami harap citra Kaliputu sebagai desa jenang terus terangkat,” ujarnya.

Tak hanya mengangkat sisi budaya, kirab ini juga menyimpan nilai historis yang kuat. Legenda tentang Mbah Dempok Soponyono dan jenang gamping sebagai penolong cucunya menjadi akar kuat tradisi jenang Kaliputu yang masih dijaga hingga kini.

Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, mengapresiasi semangat warga Kaliputu yang secara mandiri menyelenggarakan kirab. Ia menyebut, kegiatan ini tak hanya penting untuk pelestarian budaya, tetapi juga potensial sebagai daya tarik wisata edukasi dan sejarah.

“Kirab ini mencerminkan kekuatan budaya lokal sekaligus peluang besar untuk mengembangkan wisata desa berbasis sejarah dan literasi. Kami akan terus mendukung penguatan ini,” ungkap Mutrikah.

Selain sebagai warisan budaya, jenang Kaliputu juga tengah diupayakan memperoleh perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pemkab Kudus pun sedang mengajukan Kirab Jenang Kaliputu agar diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah pusat.

Melalui Kirab Kaliputu, masyarakat tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan identitas budaya dan membuka peluang baru bagi generasi muda di tengah perubahan zaman. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :