KUDUS, ISKNEWS.COM – Pembangunan drainase di Jalan Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus terus berjalan. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 8 persen dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan, lebih cepat dari masa kontrak yang telah ditetapkan.
Pelaksana pekerjaan, Laksana Sugeng Prihatin, mengatakan proyek drainase tersebut mulai dikerjakan sejak 30 Juni 2026. Meski kontraknya berlangsung selama 120 hari atau hingga 27 Oktober 2026, pihak pelaksana optimistis pekerjaan dapat dirampungkan lebih awal apabila kondisi di lapangan tetap mendukung.
Menurutnya, proyek senilai sekitar Rp1,3 miliar itu mencakup pembangunan drainase sepanjang 465 meter di satu ruas Jalan Pedawang. Pekerjaan dibagi menjadi dua seksi, yakni seksi pertama sepanjang 75 meter dan seksi kedua sepanjang 390 meter.
Saluran yang dibangun menggunakan kombinasi konstruksi u-ditch dan box culvert. U-ditch dipasang sebagai saluran utama, sedangkan box culvert digunakan pada titik persilangan jalan atau crossing. Adapun dimensi drainase memiliki lebar 90 sentimeter dengan tinggi 100 sentimeter sehingga diharapkan mampu mengalirkan debit air lebih maksimal.
“Ini merupakan pekerjaan dari Dinas PUPR untuk mengurangi genangan air. Saluran utamanya menggunakan u-ditch, sedangkan box culvert dipasang pada bagian crossing. Nantinya aliran air akan dibuang ke Sungai Dersalam yang berada di wilayah perbatasan,” ujar Laksana, Jumat (17/7/2026).
Ia mengungkapkan, selama proses pengerjaan terdapat tantangan berupa jaringan pipa PAM yang berada di bawah lokasi proyek. Karena itu, penggalian harus dilakukan secara cermat agar tidak merusak utilitas yang ada maupun mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.
Pembangunan drainase di Jalan Pedawang merupakan salah satu paket pekerjaan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus pada tahun anggaran 2026. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 30 titik pembangunan drainase yang dikerjakan di berbagai wilayah.
Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk program pembangunan drainase tahun ini. Melalui peningkatan jaringan saluran tersebut, pemerintah daerah berharap genangan air di ruas jalan dapat diminimalkan sehingga kualitas infrastruktur tetap terjaga dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar. (AS/YM)







