Pembangunan Jembatan Kemang Karangbener Capai 42 Persen

oleh

Kudus, isknews.com – Pembangunan Jembatan Kemang, di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tidak hanya disertai pelebaran jalan, namun peninggian permukaan jalan dari jalan raya. Bangunan baru pengganti jembatan lama yang dibongkar total itu, menelan anggaran sebesar Rp 2,231 miliar, proses pekerjaannya hingga kini baru mencapai sekitar 42 persen.

Pimpinan rekanan penyedia jasa yang mengerjakan proyek tersebut, Hasim, sedang tidak ada di tempat, saat isknews.com memantau di lokasi proyek, Selasa (26/09). Menurut salah satu pelaksana rekanan tersebut, lebar jalan di bagian tengah, ditambah dari 5 meter menjadi 7,5 meter, sudah termasuk trotoar untuk pejalan kaki di kedua sisinya, masing-masing lebar 50 centimeter.

“Sementara untuk ketinggian jembatan, ditingkatkan 50 meter dari permukaan jalan raya. Dengan peninggian itu diharapkan bisa mengurangi kecuraman pada jembatan yang posisinya menurun dan berada di tikungan tajam itu,” ujar pelaksana yang keberatan disebutkan namanya itu.

Bagian yang kini terus dikerjakan, adalah pengecoran pilar penyangga jembatan di sisi bagian barat. Pilar itu tingginya mencapai sekitar 6 meter dari dasar sungai, sehingga diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama untuk menutup semuanya dengan cor. Sehingga dari total volume pekerjaan, diperkirakan baru mencapai sekitar 42 persen.

Data yang ada di papan proyek, selaku pelaksana pengadaan proyek, adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, jenis kegiatan pembangunan Jembatan Kemang, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, nilai fisik pekerjaan Rp 2.231.722.727, sumber dana APBD Kabupaten Kudus, TA 2017, waktu pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung sejak 24 Juli 2017. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Terkait Padamnya LPJU Oleh Proyek Trotoar Dinas Cika Taru Bantu Panggil Rekanan