Pemberdayaan, Puluhan Ibu-ibu PKK Desa Langgardalem Dilatih Membatik

oleh -1,026 kali dibaca

Kudus, isknews.com –  Pemerintah Desa Langgardalem Kecamatan Kota, Kudus memberikan pelatihan keterampilan membatik kepada warganya. Sebanyak 25 ibu – ibu yang tergabung dalam PKK dari desa Langgardalam Kecamatan Kota, mengikuti pelatihan membatik dengan metode batik cap di Omah Batik Kudus desa setempat.

Kegiatan ini merupakan kegiatan dari PKK Pokja 3 di desa Langgardalam. Panitia kegiatan tersebut, Qohar mengatakan kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari. Dengan pelaksanaan praktek selama 4 hari. Selebihnya adalah pembukaan, evaluasi dan penutupan.

“Tanggal 19 september pembukaan, materi dan pembagian kelompok (semua peserta), tanggal 20/9 – 23/9 praktek (kelompok I), tanggal 24/9 – 27/9 praktek (kelompok II) dan  tanggal 28/9 evaluasi & penutupan (semua peserta),” paparnya.

Qohar. Menambahkan, sebelumnya pada tahun 2019 lalu juga ada kegiatan serupa tetapi mereka mendapatkan pelatihan membatik dengan canting atau batik tulis. “Kini mereka mendapatkan pelatihan batik cap. Kami berharap setelah ibu – ibu mendapatkan pelatihan ini dapat ikut mengembangkan batik asli desa Langgardalam,” harapnya.

Bahkan lanjut Qohar, pihaknya nanti juga akan menyediakan alat sebanyak dua unit alat batik cap lengkap. Sehingga peserta ini dapat membuat sendiri serta mengembangkan kreasi batiknya.

Salah satu peserta Aini (45) mengaku senang dapat ikut dalam pelatihan ini. Diakuinya, disela – sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga terbersit keinginan untuk bisa membatik. Dengan adanya pelatihan ini dirinya menjadi tahu bagaimana cara membatik yang benar meski dengan metode batik cap.

“Ternyata susah mas membatik dengan metode cap ini. Awalnya saya lihat sih mudah, tapi setelah praktik malah gak ada yang jadi saat saya mencoba tadi. Susah juga ya?” tuturnya.

Sementara pengelola Omah Batik Kudus Fadholi mengatakan pihaknya sangat senang dengan kehadiran ibu – ibu PKK desa Langgardalam yang ikut dalam pelatihan membatik ini. Karena sebagai warga desa Langgardalam, ibu- ibu PKK tersebut memiliki kepedulian untuk ikut melestarikan kearifan lokal desanya.

“Kami dari Omah Batik Kudus selama ini mengembangkan batik Kudus motif klasik. Juga mengembangkan batik sebagai perlengkapan alat atau tradisi berbusana dan berkain sarung yang ada di Kudus,” terangnya.

Sedangkan batik klasik yang dibuat selama ini adalah motif batik klasik buketan, motif bunga dan fauna, motif bulan bintang, motif singa, motif burung merak. Sementara untuk batik kontemporer yang dibuatnya adalah batik cap dengan motif tetap mengembangkan motif klasik Kudus hanya saja tata letaknya lebih modern.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan program pemberdayaan, dimana setelah mendapat pelatihan, peserta diharapkan memiliki keterampilan dan bisa mendapat pendapatan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.(AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :