Pemdes di Kudus Harus Capai Target Vaksinasi Lansia 75 Persen Jika ingin…

oleh -380 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pemerintah Desa di Kudus harus mencapai target vaksinasi lansia 75 persen jika ingin pencairan Alokasi Dana Desa, Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, dan Bantuan Keuangan tidak ditangguhkan.

Bupati Kudus HM Hartopo memberikan peringatan jika tidak mencapai target tersebut, maka Pemkab akan menangguhkan pencairan Alokasi Dana Desa, Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, dan Bantuan Keuangan untuk Desa.

“Iya peringatan itu benar,dengan tujuan memotivasi mereka (Pemdes) agar dipercepat vaksinasi lansia di wilayahnya,” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Selasa (25/1/2022).

Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati nomor 443.4/315/13.00/2022 perihal akselerasi vaksinasi Covid-19 bagi penduduk lanjut usia.

Bupati berharap, dengan adanya ketetapan tersebut, desa-desa bisa semakin terpacu untuk meningkatkan capaian vaksinasi lansianya.

Sementara Kepala Desa Margorejo Dawe Kudus, Sumirkan mengungkapkan jika pihaknya telah berupaya meningkatkan vaksinasi di wilayahnya. “Kita maksimalkan vaksinasi, salah staunya dengan door to door,”  ujarnya.

Sementara Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, Level 1 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Bali, Kabupaten Kudus telah memasuki PPKM Level 1 yang berlaku mulai tanggal 25 Januari 2022 sampai dengan 31 Januari 2022, Selasa (25/01/2022).

Tentu dengan ditetapkannya PPKM Level 1 tersebut dapat dikatakan posisi Kudus berada pada level aman, namun tidak semata-mata semua masyarakat Kudus bisa bebas tanpa protokol kesehatan tetapi harus tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan.

Adapun Pelaksana harian (Plh) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi berpesan untuk mentaati prokes dan menjaga kesehatan.

“Walaupun Kudus sudah berada pada level aman yakni level 1, kami minta masyarakat Kudus untuk tetap patuh akan protokol kesehatan, semua untuk menjaga kesehatan bersama agar terhindar dari virus covid-19 tersebut, lebih lebih seperti diketahui virus tersebut baru baru ini sudah ada varian yang ditemukan yakni Virus Omicron,” paparnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :