Pemdes Jepang Mejobo Kudus Resmikan BUMDes dan Digitalisasi Ekonomi

oleh -1,362 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pemerintah Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Digitalisasi Ekonomi. Peresmian berlangsung di Balai Desa Jepang, Sabtu (20/11/2021) pagi.

Kepala Desa Jepang Indarto mengatakan beberapa bulan sebelum launching tersebut, pihaknya melakukan Musyawarah Desa (Musdes) terlebih dahulu, hingga lahir peraturan desa dan penetapan personil Desa.

“Alhamdulillah, sudah launching hari ini, BUMDes Makmur Barokah dan Transformasi ke Digitalisasi Ekonomi melalui BazaarFun (Opportunity With Fun),” terangnya.

Indarto melanjutkan, dalam rangka pemulihan ekonomi itu Pemdes Jepang bekerjasama dengan  pihak lain, “Kita kerjasama dengan Pengabdian Masyarakat Pemulihan Ekonomi institut teknologi bandung  (ITB). Mereka dari bulan Mei  sudah melakukan pengabdian disini,” kata Indarto.

Terkait fokus usaha BUMDes, ada Simpan Pinjam Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), penyediaan air bersih melalui Pamsimas, terkait pengelolaan sampah,  usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan termasuk manajemen aset terkait pengelolaan atau kerjasama baik dari pemdes maupun pihak swasta.

Termasuk pengelolaan pasar Jepang yang sebentar lagi pembangunannya selesai, “Tahun 2021 akhir, insya Allah pembangunan pasar diperkirakan selesai, lalu pedagang masuk ke pasar dan pengelolaannya nanti kita serahkan ke BUMDes,”

Sementara terkait digitalisasi, harapannya  kedepan, produk UMKM masyarakat semakin dikenal luas lewat sarana pemasaran, dan endingnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, lanjut Indarto, ada juga aplikasi terkait pembayaran BKM.

Menurut Indarto, Pengelolaan sampah saat ini masing-masing lingkungan bergerak sendiri dengan menggandeng pengepul, “Harapan kami kedepannya kita koordinir, termasuk informasi menyenangkan terkait ada kerjasama dengan djarum foundation, yang nantinya sampah organik di back up langsung oleh djarum foundation,” paparnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Tim Pelaksana lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM), Arif Susanto mengatakan jika pihaknya telah membantu meningkatkan SDM BUMDes khususnya kompetensi digital dari bulan Mei 2021,

Ia beralasan karena pihaknya melihat Desa Jepang punya potensi yang besar namun belum maksimal,

“Nah Bumdes hari ini sudah launching, wadahnya sudah terbentuk yang diharapkan bisa memaksimalkan potensi dari Desa Jepang,” paparnya.

Digitalisasi sendiri selain market place ada pembuatan website desa, jadi nantinya dalam website tersebut tersedia berbagai informasi, diantaranya terkait informasi BUMDes Makmur Barokah, sejarahnya, pengurusnya siapa saja,lalu  usahanya apa saja lengkap dengan katalog produknya.

Nantinya produk UMKM Desa Jepang yang di website nya juga diintegrasikan ke aplikasi bazaar fun.

Pendamping dari LPPM selama satu tahun kegiatan, namun pihaknya juga tidak melepas begitu saja, “Nantinya tidak hanya berhenti disini, akan berkelanjutan hingga mandiri,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Adhi Sadhono mengapresiasi Desa Jepang yang telah berbenah hingga mempunyai BUMDes dan bergerak digitalisasi ekonomi.

Ia mengatakan, Desa jepang potensinya sangat luar biasa, tinggal bagaimana mengelolanya.

“Dengan budaya Gusjigang di Kudus,  saya kira pemulihan ekonomi optimis bisa segera dilaksanakan, Desa Jepang bisa jadi Desa percontohan, tinggal kita memoles, 123 desa yang ada di Kudus,” tandasnya.

Sementara Camat Mejobo, Fitriyanto mengharapkan BUMDes tidak hanya formalitas namun yang terpenting ke depan ada actionnnya, “Dengan Launching BUMDes ini, yang terpenting actionnya dan semoga bisa dijalankan dengan baik kedepannya,” harapnya.(AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :