Pemkab Bantah Tak Libatkan Akademisi Dalam Pansel Direksi PDAM Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – LSM KPMP (Komando Pejuang Merah Putih) Kudus yang dipimpin oleh Musbiyanto dan Soleh Isman beraudiensi dengan pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus di  Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra memprotes pelantikan Direktur Teknik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM ) Kudus, Jumat (07/08/2020).

Sholeh Isman  dari Divisi Hukum KPMP mengatakan, bahwa PDAM Kudus adalah perusahan publik dan lembaga pelayanan masyarakat Kudus yang kridibel , namun panitiya seleksi (Pansel) pemilihan direksi dinilai tidak bekerja sesuai aturan.

Suasana audiensi ormas KPMP dan Sekda Kudus terkait pengangkatan direksi baru di PDAM Kudus (Foto: YM)

Dikatakannya, terpilihnya saudara AH yang adalah mantan narapidana, lalu tiba tiba jadi direksi PDAM  Kudus membuktikan Pansel tidak kredibel.

“Apa di Pansel tersebut sudah ada unsur akedemisi, tokoh masyarakat dan tim lainnya. Tanggal 4 Agustus 2020 muncul hasil seleksi tetapi kok tiba tiba tanggal 6 Agustus 2020 dilantik,” ujarnya.

Menurutnya dia  tidak mau terjadi tragedi lagi seperti dirut yang kini berstatus sebagai tersangka dan Pansel tidak mengumumkan latar belakang Direktur teknik yang dilantik kemarin.

“Kalau jabatan tidak ditempati orang yang mampu dan tepat, bisa membuat rusak perusahaan tersebut, sedangkan latar belakang Direktur teknik yang tiba tiba dilantik kemarin, kami tidak tahu dan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya,” kata Soleh Isman.

KPMP dalam intinya meminta peninjauan ulang atas pejabat baru yang dilantik kemarin, agar yang menjabat Direksi dan Direktur bisa dipilih yang lebih kridibel dalam pelayanan pengeloaan air bersih bagi masyarakat Kudus .

Sementara pada sesi sebelumnya Achmad Fikri, Ketua LSM LEPASP yang ikut menyertai KPMP di audiensi tersebut mempertanyakan, ketika masa penyidikan masih berlangsung tiba-tiba sudah dilantik direktur teknik baru oleh Plt Bupati Kudus.

“Kami berharap dalam pemilihan tidak ada unsur suka dan tidak suka. Atau ada unsur ini orang saya apa tidak, harapanya dalam pemilihan pejabat harusnya professional,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut Kabag perekonomian Dwi Agung Hartono membantah bahwa pansel tidak melibatkan akademisi. Bahwa dalam susunan Pansel sudah melibatkan Dosen dari Universitas Muria Kudus (UMK).

“Kami menyurati Rektor UMK untuk mengirimkan seorang akademisi yang akan terlibat dalam Pansel Direksi dan Dirut PDAM. Lalu dikirimkan kepada kami seorang dosen dari Fakultas Ekonomi sebagai anggota Pansel,” ujar Agung meski tak menyebut nama dosen tersebut.

Menurut Agung pelibatan akademisi tak hanya di Tim Pansel saja bahkan hingga di Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) hingga pada tahap tes psikologispun pihaknya melibatkan unsur akademisi.

Lolosnya Yan Laksmana  sebagai salah satu nominator direksi oleh Pansel adalah karena dirinya memiliki track record yang baik dan laba PDAM terbukti meningkat pada saat dia mendampingi direktur sebelumnya Ahmadi.

“Tugas Pansel hanya menyajikan sejumlah 5 nama calon terbaik kepada pemilik (Bupati) selanjutnya pemiliklah yang akan memilih. Direktur teknis sudah kosong sejak bulan Mei sebelum ada OTT,” tuturnya.

Sementara terkait tidak adanya publikasi usai pemilihan kandidat direksi PDAM, Agung membantah dengan mengatakan sudah dipublikasikan melalui website milik Pemkab Kudus.

“Semua sudah di publikasikan kepada masyarakat melalui website resmi Pemkab Kudus dan sudah sesuai dengan regulasinya sehingga  tidak mendadak atau ujug-ujug, karena semua ada jejak digitalnya,” pungkas Agung. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :