Hari Kartini, Pemkab Kudus Berikan Layanan KB Serempak bagi Akseptor Baru

oleh -409 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pemkab Kudus dalam hal ini Dinas P3AP2KB menggelar pelayanan KB kepada akseptor baru secara serempak, Rabu (21/4/2021), berpusat di Puskesmas Ngembal Kulon. Kegiatan yang turut dihadiri oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini ke 142.

Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Any Williani, mengatakan kegiatan ini dilakukan secara serempak di 19 puskesmas dan Klinik Keluarga Berencana (KKB) yang ada di Kudus. Hanya saja, untuk pelaksanaan pelayanan KB suntik bagi akseptor baru sudah dilaksanakan mulai bulan Pebruari, Maret dan April ini. Jumlah akseptor baru KB suntik kata Any Willianti sudah mencapai ribuan orang hingga saat ini.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan pelayanan akspetor KB baru untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti pemasangan IUD dan implant.

“Untuk jumlah akseptor baru KB IUD dan implant di Kecamatan Jekulo 10 orang, Kecamatan Mejobo 12 orang, Kecamatan Gebog 12 orang, Kecamatan Jati 3 orang dan Kecamatan Bae 1 orang. Total akseptor baru untuk KB IUD dan implant yang ikut pada hari ini mencapai 38 orang, mas,” kata Any Williani.

Sementara itu usai melihat langsung pelaksanaan kegiatan pelayanan KB di Puskesmas Ngembal Kulon, Mawar Hartopo mengatakan untuk pelaksanaan KB dimasyarakat perlu digalakkan lagi dengan lebih gencar. Apalagi populasi anak pada tahun kemarin juga lumayan tinggi.

“Ayo kita tata lagi agar menjadi keluarga bisa maksimal. Yakni anak bisa mendapatkan perhatian dan pendidikan yang layak dari orang tua. Sehingga kedepan agar keluarga di Kudus bisa lebih baik lagi. Saya minta agar masyarakat Kudus bisa sejahtera hingga tingkat paling bawah,” ujar Mawar Hartopo.

Dia mengakui ajakan untuk ikut KB dimasyarakat wilayah atas memang agak susah, tetapi dia minta agar pendekatan tetap dilakukan oleh petugas penyuluh kepada masyarakat. Sehingga nantinya diharapkan ada kesadaran dari masyarakat untuk membatasi dan menjaga jarak kelahiran.

Kepala UPT Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal E Effendi menambahkan untuk diwilayahnya yang terdiri dari enam desa binaan sampai akhir tahun 2020 jumlah akseptor baru ada peningkatan. Dan yang lebih dikampanyekan adalah MKJP karena itu lebih efektif. Baik dari sisi pemakaian dan juga efek samping. Bila selama ini banyak masyarakat yang lepas KB karena adanya efek samping, tetapi untuk MKJP justru minim efek samping.

“Kami terus melakukan kampanye metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) ini kepada enam desa binaan kami mas. Untuk metode ini jangka waktunya ada yang tiga bahkan lima tahun. Setelah itu bisa nyambung lagi,” imbuh Kamal.

Dia berharap para akseptor dan para kader kesehatan diwilayah desa binaanya dapat ikut membantu dalam mengkampanyekan MKJP ini. Sehingga untuk angka penambahan penduduk baru atau kelahiran anak dapat lebih ditekan. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :