Pemkab Kudus Bakal Canangkan Bebas Penyakit Frambusia

oleh -494 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pemkab Kudus bakal mencanangkan Kudus bebas penyakit frambusia tahun ini. Hal itu berdasar nihilnya kasus frambusia sejak 2011.

“Nantinya Kudus akan jadi daerah nomor tiga di Jateng yangraih predikat eradikasi frambusia, setelah Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal,” kata Kasi Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, Kamis (14/10/2021).

Di Jateng sendiri, lanjut Nuryanto, sudah ada dua kabupaten dan kota yang mendapat predikat daerah eradikasi frambusia, yakni  Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal.

“Jika Kudus lolos, kita akan jadi daerah ketiga di Jateng yang bebas frambusia,” jelasnya.

Nuryanto menjelaskan, eradikasi frambusia melalui sejumlah tahap penilaian dari tim Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementrian Kesehatan. Kegiatan penilaian dilakukan mulai awal bulan Oktober ini.

“Penilaiannya dilakukan di dua lokasi, yaitu di wilayah Puskesmas Ngemplak dan Dinas Kesehatan Kudus. Wilayah Puskesmas Ngemplak dipilih karena daerah tersebut dinilai potensial kasus frambusia,” jelasnya.

Dimana secara geografis, daerah Undaan merupakan dataran rendah yang tergenang banjir saat musim penghujan dan mengalami kekeringan saat musim kemarau. Kondisi lingkungan yang seperti ini potensial menimbulkan kasus frambusia.

“Frambusia atau petek, itu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum. Penyakit ini menular melalui luka, yang menyebabkan cacat fisik pada penderitanya,” tuturnya.

“Kasus farmabusia banyak ditemukan saat orde baru di daerah-daerah kumuh. Selain faktor lingkungan, hygiene sanitasi masyarakat saat itu juga mempengaruhi,” imbuhnya.

Nuryanto menyebut, Jika Kudus lolos penilaian dari tim eradikasi frambusia, nantinya pada hari kesehatan nasional (HKN) Bupati Kudus akan menerima sertifikat eradikasi frambusia dari Kementrian Kesehatan RI.

“Kasus frambusia di Kudus sudah nol sejak tahun 2011 silam. Masifnya edukasi mengenai dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dinilainya sebagai salah satu penyabab hilangnya penyakt tersebut dari Kota Kretek. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :