Pemkab Kudus Bentuk Tim Awasi Aliran Sesat Sabdo Kusumo Yang Diduga Masih Aktif di Desa Klumpit

oleh -1,427 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan adanya kelompok yang menamakan diri mereka gafatar. Organisasi yang dianggap membahayakan keutuhan NKRI itu akhirnya dinyatakan dilarang pemerintah dan mantan pengikutnya juga direhabilitasi agat dapat kembali membaur dengan masyarakat lainnya. Tak kalah heboh dengan aliran Gafatar, di Kudus pada tahun 2009 juga sempat dihebohkan adanya aliran Sabdo Kusumo yang berpusat di Kauman, Kecamatan Kota. Pihak MUI Kudus sempat menghentikan gerakan tersebut, dengan menerbitkan fatwa yang menyatakan ajarab Sabdo Kusumo adalah ajaran sesat dan menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam.

Sedikitnya ada empat unsur yang telah diidentifikasi dan menjadi dasar aliran Sabdo Kusumo dianggap sesat. Pertama Kusmanto alias Sabdo Kusumo sebagai Rasulullah dan Imam Mahdi. Selain itu R Sumawinata bin Nata Giri bin Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), merupakan ayah angkat Sabdo Kusumo yang telah mengalami reinkarnasi. Tak hanya itu, Nabi Isa AS dikatakan akan turun di masjid Al-Aqsho Menara Kudus, dan terakhir di akhir zaman menurut ajaran Sabdo Kusumo akan muncul seorang nabi terakhir yang bernama Barnabas dengan membawa kitab Injil (Injil Barnabas).

Saat ini beredar informasi aliran Sabdo Kusumo diduga masih melakukan aktivitas untuk mencari pengikut baru, yang berpusat di Desa Klumpit Kecamatan Gebog. Menanggapi informasi yang sudah beredar luas di masyarakat, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus Djati Sholechah melalui Kasi Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Abu Bakar membenarkan, keberadaan aliran Sabdo Kusumo yang saat ini diduga masih aktif melakukan kegiatan di Klumpit. “Dalam sebuah sesi tanya jawab pada acara sosialisasi tentang Pengawasan Aliran Kepercayaan Dan Keagamaan Dalam Masyarakat (PAKEM) di Balai Desa Besito Gebog Kudus (23/5) salah seorang anggota BPD Klumplit juga sempat mempertanyakan tentang hal itu, terkait dugaan masih adanya aktifitas aliran terebut dirumahnya yang bahkan sudah membangun sebuah padepokan,” katanya saat di konfirmasi di pendopo, Jumat (27/5).

Abu menegaskan, keberadaan aliran Sabdo Kusumo sudah dilarang dan dinyatakan sesat MUI Kudus melalui fatwa yang telah diterbitkan tahun 2009. Fatwa tersebut tertuang dalam pernyataan MUI Kabupaten Kudus Nomor : K30/MUI/XI/2009 tanggal 20 November 2009. Selain itu, tertuang juga dalam Fatwa MUI Propinsi Jawa Tengah, Nomor : KEP.FW.01/DP-P.VIII/SK/III/2011. Untuk mencegah berkembangnya aliran semacam itu, lanjut Abu, Pemerintah Kabupaten Kudus membentuk sebuah tim pengawas aliran kepercayaan masyarakat (Pakem), yang telah disahkan oleh Bupati Kudus Musthofa. Tim ini diketuai kepala Kejaksaan Negeri Kudus, sedangkan Kesbangpol Kudus selaku sekretariat. “Kami sudah berkoordinasi dengan para Kepala Desa perihal dibentuknya tim Pakem. Selain itu kami juga memberikan sosialisasi ciri-ciri kegiatan masyarakat yang terindikasi menyimpang dari ajaran agama  sehingga apabila di desa ditemukan kegiatan yang mencurigakan, bisa langsung dilaporkan kepada tim Pakem baik secara tertulis maupun tidak tertulis,” jelasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :