Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus terus memperkuat transparansi pengadaan barang dan jasa dengan menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Katalog Elektronik versi 6 yang digelar di @HOM Hotel, Selasa (18/11/2025). Langkah ini menjadi komitmen Pemkab Kudus dalam mendorong tata kelola pengadaan yang lebih terbuka, efisien, dan akuntabel.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, dan menghadirkan narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) serta Kementerian Pekerjaan Umum. Sosialisasi juga dilanjutkan dengan mini kompetisi penyedia barang dan jasa sektor konstruksi yang melibatkan sekitar 200 peserta dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (19/11/2025).
Dalam sambutannya, Bellinda menegaskan bahwa kehadiran katalog elektronik versi terbaru ini merupakan momentum penting dalam percepatan transformasi digital pengadaan di lingkungan pemerintah daerah.
“Kehadiran katalog versi 6 ini merupakan lompatan besar dalam transformasi digital pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujarnya.
Menurut Bellinda, mekanisme baru dalam e-katalog tersebut membawa banyak manfaat strategis bagi tata kelola pengadaan daerah.
“Melalui e-katalog, kita dapat memproses pengadaan yang lebih efisien, transparan, dan meminimalisir potensi penyimpangan karena dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan mini kompetisi sebagai salah satu upaya untuk memperoleh penawaran terbaik dari para penyedia.
“Melalui mini kompetisi, memungkinkan proses pemilihan penyedia dilakukan secara lebih terbuka, cepat, dan kompetitif. Jadi kita dapat penawaran terbaik dengan tetap menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Bellinda mengajak seluruh pelaku usaha dan penyedia jasa di Kabupaten Kudus untuk menjaga integritas dalam setiap proses pengadaan.
“Kami meminta para pelaku usaha dan penyedia dapat berinteraksi secara profesional, membangun komunikasi yang sehat, dan menjunjung etika dalam setiap proses pengadaan,” pesannya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kudus, Jadmiko Muhardi Setiyanto, menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi seluruh pemangku kepentingan pengadaan.
“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kapasitas dari pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, fungsional pengadaan barang dan jasa, auditor, serta penyedia barang jasa di Kabupaten Kudus tentang implementasi katalog versi 6,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kudus berharap implementasi Katalog Elektronik versi 6 dapat berjalan optimal dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pengadaan barang dan jasa yang lebih bersih, efektif, dan berdaya saing. (AS/YM)







