Pencurian Listrik, PT PLN Rayon Pati Rugi Rp 3 Milyar Perbulan

oleh -1,012 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Banyaknya praktik curang dari oknum pelanggan PLN dengan cara mengakali meteran, dan pencurian listrik. Mengakibatkan, PT PLN Rayon Pati sebagai penyedia layanan, mengalami kerugian hingga Rp 3 milyar perbulannya.

“Mereka mengakali meteran listriknya, sehingga penggunaan setrumnya tidak masuk dalam tagihan. Akibatnya, setiap bulan ada sekitar 3 juta KWH yang hilang. Dayanya terpakai, namun tidak tecatat dalam data tagihan, sehingga kami merugi kurang lebih Rp 3 milyar per setiap bulannya,” tukas Manajer PT PLN Rayon Pati, Irfan Affandi, Rabu (24/08/2017).

Dia mengungkap, praktik pencurian listrik paling banyak berada di wilayah Kabupaten Pati bagian Selatan. Biasanya, penggunaan listrik elegal itu dipakai oknum warga untuk membuat pagar listrik sebagai jebakan hama tikus.

“Dari pantauan petugas di lapangan paling banyak penggunaan listrik ilegal atau praktik pencurian listrik. Digunakan untuk jebakan tikus dan rumah tangga,” terangnya.

Meski banyak menemukan praktik pencurian listrik, lanjut Irfan, pihaknya mengaku mengalami kesulitan dalam menertibkan pelanggar. Pasalnya, pencurian jaringan listrik dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Belum lama ini, petugas kami mendapat perlawanan dari warga, saat akan melakukan penertiban dirumah salah satu warga di Kecamatan Kayen,” ungkapnya.

Lanjut Irfan, rata-rata praktik kecurangan yang dilakukan adalah sengaja merusak mesin meteran dan mengganjal piringan pengukur pemakaian arus, supaya tidak jalan. Sehingga penggunaan arus listriknya tidak terhitung, cara ini banyak digunakan untuk pemakaian listrik rumah tangga.

“Selain itu modusnya, dengan cara mengambil arus listrik langsung dari jaringan kabel utama, cara ini dipakai untuk membuat jebakan tikus di sawah biasanya,” katanya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :