Pati, ISKNEWS.COM – Ratusan warga dari tiga kecamatan yaitu Kayen, Sukolilo dan Tambakromo Pati yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pengunungan Kendeng (JMPPK), kembali menggelar aksi longmarch. Aksi ini bertujuan mengingatkan Pemkab Pati , agar tidak memperpanjang ijin rencana pendirian pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti.
Sembari melantunkan kidung dan membawa obor sebagai penerangan saat melakukan aksi, ratusan perempuan dan laki-laki yang berusia lanjut, bahkan anak-anak, mereka menempuh jarak sejauh 25 kilometer berjalan kaki mengelilingi lima desa yang rencananya akan dijadikan tapak pabrik semen.
Obor merupakan simbol Lampor untuk menerangi mata hati para pemimpin agar mengambil kebijakan yang membela rakyatnya , terang Ketua JMPPK Gunritno. Pemimpin seharusnya tidak menjadi hama atau membuat hama.
“Hama bagi petani bukan hanya wereng dan tikus. Kalau hama-hama itu bisa dikendalikan, tapi ada hama yang lebih membahayakan, dalam hal ini adalah adanya rencana pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng,” terang Gunritno di sela aksi beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, tidak hanya pabrik semen tapi dari proses adanya pabrik semen itu terkait kebijakan-kebijakan yang telah dibuat, sementara pembuat kebijakan tidak faham akan apa yang dirasakan petani sehingga tidak berfihak kepada petani.
“Kalau kami lihat dengan situasi sekarang, ditahun politik ini, kami lihat dari semua calon kandidat pemimpin belum ada yang berani angkat bicara tentang dahsyatnya setiap hari ada pengrusakan lingkungan. Dengan situasi itulah, kami warga Pegunungan Kendeng meningkatkan kewaspadaan dengan hama-hama seperti itu,” tegasnya lebih lanjut.
Gunritno juga menambahkan , bahwa ijin lingkungan PT Sahabat Mulia Sakti seharusnya telah habis masa berlakunya, bahkan pihaknya juga sudah melayangkan surat resmi agar tidak diperpanjang.
“Surat resmi sudah kami sampaikan ke pemerintah terkait ijin PT. SMS, namun hingga saat ini , belum ada itikad baik dari Pemkab Pati dan Pemprov Jateng untuk menanggapi warga yang terdampak rencana pembangunan pabrik tersebut,” pungkas Gunritno. (IN/WH)







