Penentuan Awal Bulan Rajab 1437 H Jatuh Pada Besok

oleh -960 kali dibaca

Isknews.com – (08/04) Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam  mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu. Salah satunya  adalah penentuan awal bulan Hijriah, yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam, misalnya dalam penentuan awal  tahun baru Hijriah, awal dan akhir shaum Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah yang salah satu tupoksinya adalah pelayanan data tanda waktu tentu sangat berkepentingan dalam penentuan awal bulan Hijriah ini.

Dari konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi. Peristiwa ini akan kembali terjadi pada hari Kamis, 7 April 2016 M, pukul 11 : 24 UT atau pukul 18 : 24 WIB atau pukul 19 : 24 WITA atau 20 : 24 WIT, yaitu ketika nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 18,072o.

Pada saat konjungsi tersebut, jarak sudut Matahari dan Bulan (elongasi) adalah 2,336o. Elongasi ini lebih besar daripada jumlah semi diameter Bulan dan Matahari pada saat tersebut, yaitu 0,545o. Periode sinodis Bulan sendiri terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang ini adalah 29 hari 09 jam 29 menit. Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon-teramati. Keadaan ini bergantung pada berbagai hal, yang di antaranya adalah semi diameter Matahari, efek refraksi atmosfer Bumi dan elevasi lokasi pengamat di atas permukaan laut (dpl).

Dalam perhitungan standar penentuan waktu terbenam Matahari, semi diameter Matahari dianggap 16’, efek refraksi atmosfer dianggap 34’ dan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl (Seidelmann, 1992). Berdasarkan hal ini Matahari terbenam di wilayah Indonesia pada tanggal 7 Februari 2016 paling awal terjadi pada pukul 17 : 39 WIT di Merauke, Papua dan paling akhir terjadi pada pukul 18 : 47 WIB di Sabang, Aceh.

Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam tanggal 7 Februari 2016 di sebagian besar wilayah Indonesia. Maka, secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Rajab 1437 H di wilayah Indonesia dilakukan pada keesokan harinya, yaitu setelah Matahari terbenam tanggal 8 April 2016.(SM/red) sumber : BMKG

KOMENTAR SEDULUR ISK :