Pengacara Agus Imakudin Bantah Keras Kliennya Ditangkap Karena Narkoba

oleh -1,195 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Agus “Udin” Imakudin (AI), Ketua Komisi C DPRD Kudus bersama tim pengacaranya dari kantor pengacara Machasinrochman, SH & Partners tadi sore di meeting room sebuah rumah makan di bilangan Jl. RM. Sosrokartono Kudus, menggelar  Jumpa Pers, Rabu (15/6). Kepada awak media jumpa pers yang juga dikemas dalam acara buka bersama tersebut, sebagai upaya klarifikasi dan bantahan keras atas tudingan beberapa media bahwa dirinya di tangkap oleh aparat Polda Jateng atas kasus sabu-sabu bersama VA, pada Sabtu (4/6) hari sebelumnya.

Juru bicara tim pengacara, Subarkah mengatakan, pihaknya ingin membersihkan nama baik dari kliennya itu, yang sudah tercemar gara-gara berita penggerebekan tersebut. ”Kami ingin supaya media bisa meluruskan berita mengenai klien kami, yang disebutkan telah digerebek bersama teman wanitnya lantaran pesta sabu di Semarang. Karena hal itu sama sekali tidak benar,” katanya.

Pers release yang juga mengutip pemberitaan beberapa media online yang disebutnya bermuatan kebohongan dan pencemaran nama baik, “Kalau benar yang di grebeg Polda Jateng adalah Ketua Komisi C DPRD Kudus, maka inisial AI adalah Agus Imakudin yang berasal dari fraksi PDIP”. Katanya.

Selanjutnya Subarkah menguraikan bukti bukti, bahwa kliennya pada saat kejadian, ada di Pekalongan mengikuti workshop. ”Ada saksi yang bisa menerangkan jika klien kami saat itu ada di Pekalongan untuk kegiatan dewan,” jelasnya.

Bahkan untuk memperkuat hal itu, Subarkah mengatakan jika pihaknya juga telah mengkroscek kebenaran berita itu, ke Subdirektorat II Direktorat Resnarkoba Polda Jawa Tengah.

”Kami datangi Polda Jawa Tengah dengan membawa bukti-bukti soal keberadaan klien kami. Baik itu undangan workshop di Pekalongan, maupun daftar hadir itu sendiri. Dari pihak Polda Jateng mengatakan bahwa memang benar ada kejadian penggerebekan itu. Namun itu adanya di Perumahan Tamansari Majapahit, Pedurungan, Kota Semarang. Dan di sana, tidak ada orang yang ditangkap atau digerebek bernama Agus Imakudin, atau yang kemudian diinisial AI dengan teman wanitanya,” ungkapnya.

Karena itu, Subarkah menegaskan jika berita yang ada sama sekali tidak benar. Berita itu hanyalah opini semata, Subarkah bahkan mengatakan jika pihaknya akan menempuh jalur untuk mengadu ke Dewan Pers, terkait pemberitaan yang ada tersebut. ”Bilamana Dewan Pers memberikan surat reklomendasi untuk penyelesaiannya, maka kita akan meminta hak jawab dari media yang memberitakan kasus itu. Selain itu, bagi yang menge-share berita tersebut, akan dikenakan UU ITE,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Agus Imakudin mengatakan , “”Saya mengumpulkan teman-teman (wartawan, red) ini, bukan bermaksud untuk mendukung saya. Namun saya mendatangkan rekan-rekan media untuk meluruskan saja mengenai pemberitaan yang menyebutkan jika ada anggota DPRD Kudus sekaligus ketua komisi berinisial AI, digerebek polisi lantaran sabu-sabu, ini seperti ada upaya pembunuhan karakter, karena dampak dari  pemberitaan ini sangat mempengaruhi opini di masyarakat terhadap diri saya bahkan kini istri saya tak kuat dan seang pulang ke orangtuanya, kami sangat dirugikan karena seolah-olah benar orang yang diberitakan adalah kami, nah berdasarkan pemberitaan yang bermuatan kebohongan dan mencemarkan nama baik tersebut kami menyangkal dan membantah dengan keras,” tambahnya.

Sementara itu, Ali Mukhlisin kolega Aus Imakudin di parlemen, dalam acara jumpa pers tersebut, mengatakan bahwa memang benar saat itu Agus Imakudin bersama dengan dirinya, melaksanakan workshop di Pekalongan. ”Bahkan, dia satu kamar dengan saya. Dan masih melaksanakan workshop bersama saya. Masak kemudian diberitakan ketangkap lantara narkoba,” katanya.

Namun ketika disinggung, kapan tim kuasa hukum akan melakukan upaya hukum atas dugaan pencemaran nama baik itu, Subarkah mengatakan, “kami masih akan pelajari lebih lanjut tentang detil masalah ini” katanya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :