Pengusaha Bidang Industri Pergaraman di Pati Mati Suri

oleh -1,105 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Kelangkaan bahan baku garam untuk kebutuhan industri membuat para pengusaha bidang industri pergaraman di Pati mati suri. Selama ini mereka mengandalkan bahan baku garam impor dari Australia karena garam lokal tidak mampu mencukupi akibat merosotnya produksi yang dipicu cuaca.

Tercatat besaran impor garam sebanyak 70 ribu ton yang masuk sebelum bulan puasa lalu sudah ludes dan tidak mampu memenuhi kebutuhan industri.
Menyikapi kondisi tersebut, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia Pati, mendesak pemerintah untuk segera mengatasi keadaan tersebut dengan segera membuka keran impor garam.

Sujoko pemilik industri UD Garam Mandiri Pati mengatakan pihaknya saat ini kesulitan mendapatkan bahan baku garam baik lokal maupun impor, mengakibatkan industri nya tidak dapat berproduksi yang berimbas terjadinya pengangguran. Hal itu dialami hampir semua industri sektor tersebut.
” Mendesak kepada pemerintah untuk segera mengatasi kelangkaan bahan baku garam dengan jalan membuka keran impor, sehingga kami tetap bisa berproduksi dan tidak mati suri seperti saat ini.” terang Sujoko saat dikonfirmasi melalui ponselnya senin (18/7/2017).

 

Sujoko menambakan pihaknya yang tergabung dalam asosiasi sudah berupaya maksimal untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi dengan mengadukannya ke berbagai pihak yang berkompeten. Namun usahanya tidak seperti yang diharapkan.
“Sekitar tujuh puluh persen industri garam di Pati dan sekitarnya dalam kondisi berhenti, sisanya bertahan demi menopang kehidupan para karyawan dengan mengandalkan garam lokal dari Sulawesi dan Nusa tenggara Barat” tambah Sujoko.
Itupun disiasati dengan cara berproduksi dua kali seminggu, padahal rata-rata kebutuhan industri- nya sebesar tiga ribu ton perhari.

Sementara itu, Ketua FKP2G (Forum Komunikasi Petani dan Pengolah Garam) Provinsi Jawa Timur Mashuri mengatakan pihaknya juga mendesak kepada pemerintah untuk segera mengimpor garam untuk mengatasi kesulitan para pengusaha bidang industri pergaraman yang dialami hampir di seluruh wilayah Indonesia.”Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan industri pergaraman akan benar-benar mati dan mengakibatkan ribuan buruh, pekerja dan karyawan menjadi pengangguran. Mudah-mudahan pemerintah tanggap dengan situasi ini” jelas Mashuri yang juga pengusaha garam asal Madura Jawa Timur.

Kelangkaan garam juga terjadi di pasaran, mengakibatkan harga garam konsumsi melambung naik. Keadaan seperti ini diprediksi akan berlangsung sampai tahun depan karena adanya anomali cuaca yang mengakibatkan gagalnya panen garam hampir di seluruh wilayah Indonesia.

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.