Penindakan Prokes di Kudus Capai 16.658 Pelanggar, Total Denda Rp 100 Juta

oleh -345 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan dari mulai tanggal 26 Agustus 2020.

Data Rekapitulasi Sementara Hasil Operasi Penegakan Hukum Prokes sesuai Peraturan Bupati Kudus No. 41 Tahun 2020, hingga 6 November 2020, telah melakukan penindakan 1.983 operasi dan menemukan 16.658 pelanggar.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah menegaskan, perlu diketahui jika denda uang atau administrasi diterapkan sebagai langkah terakhir. Karena jika terjadi pelanggaran sanksi pertama yang akan diterapkan adalah sanksi sosial.

Ia mengatakan, dari jumlah pelanggar tersebut, 14.035 pelanggar dari sanksi sosial. “Ya sanksi sosial dulu, sebab memang kami ingin ada kesadaran dari pribadi yang melanggar, untuk hal ini tidak ada target denda dalam jumlah sanksi,” tegasnya.

Pihak Satpol PP juga melakukan teguran lisan pada 662 orang dan teguran tertulis pada 66 pelaku usaha maupun perorangan. Untuk sanksi administrasi sendiri sebanyak 1.880 orang. Masing masing dari mereka, membayar denda sebesar Rp 50 ribu. Sehingga kini terkumpul Rp. 94 juta.

“Sejumlah pelaku usaha mikro juga mendapat sanksi administrasi. Yakni ada sebanyak 28 pelaku usaha. Masing-masing dari mereka, membayar sebesar Rp 200 ribu, dan terkumpul Rp5.6 juta dan 1 pelaku usaha kecil membayar Rp.400 ribu. “Sehingga untuk total seluruhnya mencapai Rp 100 juta,” bebernya Sabtu (7/11/2020) pagi.

Khusus untuk pelaku usaha, Djati menegaskan pihaknya telah melakukan teguran lisan dan tertulis terlebih dahulu, sebelum mereka harus membayar denda. “Untuk denda sendiri akan masuk kas daerah. Selain itu, cuma volume penegakan prokes kita kurangi, setiap hari tetap ada operasi gabungan bersama Polres dan Kodim, hanya 1x/hari waktunya bergantian pagi, kemudian sore lalu pagi lagi,” pungkasnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :