Pentingnya Integrasi Data Dalam Pelayanan Kesehatan dan Kependudukan

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Penguatan sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian dilakukan melalui sinergi Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan. Integrasi data pada sistem pencatatan menjadi komponen penting dalam pembangunan daerah.

Untuk itu, Validasi data penyebab kematian menjadi fokus Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo saat membuka sosialisasi dan rapid assessment oleh Puslitbang Humaniora di Hotel Griptha, Rabu (14/8).

H.M. Hartopo mengatakan integrasi data menjadi kata kunci dalam pelayanan kesehatan dan kependudukan. Tak hanya itu, integrasi data pada OPD dan Pemerintah Desa juga perlu disinkronkan. Hal tersebut dilakukan demi terciptanya data yang valid dan akurat untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Tulis Surat Terbuka ke Bupati, Sholeh Ingin Warganya Bebas dari Jerat Hukum

“Sering kita alami pada OPD kukuh dengan datanya masing-masing. Bagaimana mengubah mindset ini, karena perlunya data yang sama untuk menyelaraskan program yang sama. Kedepan komunikasi dan sinergitas data di Pemkab Kudus perlu ditingkatkan diantara pembuat data dan pemakai,” ujarnya.

Kehadiran Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan sosialisasi dan evaluasi mendapat apresiasi dari Plt Bupati. Menurutnya, hal itu merupakan langkah positif untuk memperkuat sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian di Kudus.

TRENDING :  Asal Usul Replika Menara Kudus di Masjid Jami’ Manarul Huda

“Dengan adanya evaluasi pada sistem kesehatan, maka data yang valid, akurat dan memadai, dapat tersedia. Karena data yang valid sangat menentukan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pembangunan di suatu daerah,” katanya.

Pada Kabupaten Kudus telah berjalan Sistem Informasi Jejaring Rujukan Ibu dan Bayi Unggulan (SIBULAN) oleh Dinas Kesehatan. “Sistem tersebut terus dikembangkan untuk mencatat penyebab kematian ibu/bayi. Sosialisasi sistem telah dilakukan pada kecamatan hingga desa. Dengan itu kita dapat mencari langkah konkret dan solusi mengurangi angka kematian ibu dan anak,” kata H.M. Hartopo.

TRENDING :  Bupati Bagikan Rastra Gratis Bukan Bersubsidi Kepada 35 Ribu KK Pra Sejahtera

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto menjelaskan bahwa aplikasi SIBULAN telah diluncurkan sejak 2017 yang bercikal dari aplikasi SijariEMAS. Aplikasi SIBULAN akan terus dikembangkan dan diintregasikan dengan data pada Dinas Dukcapil Kabupaten Kudus. “Kedepan datanya akan diintregasikan dulu dengan Dinas Dukcapil. Selama ini hanya pencatatan kelahiran dan kematian, nanti ditambah penyebab kematian. Agar nantinya pemerintah daerah bisa mengambil kebijakan berdasarkan data ini,” terangnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :