Pentingnya Mengenal Sejarah, MUI Kudus Gelar Bedah Buku “Jejak Ulama Nusantara”

oleh
Suasana Syiar Ramadhan Bedah Buku “Jejak Ulama Nusantara” dan Buka Puasa Bersama di Aula Mubarakfood, Jalan Sunan Muria, Jumat (10/5/2019). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus menggelar Syiar Ramadhan Bedah Buku “Jejak Ulama Nusantara” dan Buka Puasa Bersama di Aula Mubarakfood, Jalan Sunan Muria, Jumat (10/5/2019).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Kudus HM Tamzil, Pengurus MUI Kudus, KH Ahmad Hamdani, Narasumber bedah buku Mifrohul Hanna Chamami, Seluruh Forkopimda, Kapolres Kudus, Rektor IAIN Mudzakir, Rektor UMK Suparnyo dan segenap tamu undangan.

Buku tersebut mengulas tentang Jejak Ulama 123 Desa di 9 kecamatan yang ada di Kudus. Selain itu juga dibahas 658 tokoh dan bangunan bersejarah. Tujuannya untuk menginventarisir nama cikal bakal (wali atau ulama sesepuh) di sejumlah desa di Kudus lengkap dengan sejarah dan kejadian mistis didalamnya.

TRENDING :  Sambangi Bocah Penderita Hydrochepalus, Bupati Kudus: Pemda Tanggung Total Biaya Medis

“Lahirnya buku itu merupakan keprihatinan di masyarakat, dimana banyak yang tidak mengetahui sejarah ulama dan desa,” kata Mifrohul Hana sang penulis Buku “Jejak Ulama Nusantara”.

Di hadapan Bupati Tamzil dan tamu undangan, Ia menceritakan kisah dari perjalanannya dari awal mula ide membuat buku tersebut hingga menjadi tulisan yang bermanfaat.

Beragam kisah saat mencari sejarah dari desa ke desa Ia ulas, dari memulai interview, berkoordinasi dengan juru kunci makam, hingga cerita menarik dari beberapa makam yang perlu dijadikan pembelajaran hidup.

“Kalau juru kunci mengizinkan menulis saya tulis. Termasuk saat mengambil foto makam. Kalau tidak diizinkan saya tidak mengambil gambar,” ujar Hana yang juga alumni Madrasah Qudsiyyah.

TRENDING :  KPU Kudus Tetapkan Lima Paslon Pilkada Kudus 2018

Diketahui, Kudus merupakan pusat dakwah, dimana banyak ulama’ berada disana. Dosen IAIN Kudus itu menyimpulkan beberapa Desa yang menjadi pusat dakwah, diantaranya Kecamatan Kota terdapat di Desa Langgardalem, Kecamatan Jati di Desa Loram, Kecamatan Bae di Desa Ngembal, Kecamatan Jekulo di Desa Kauman/ Bareng, Kecamatan Dawe di Desa Colo, Kecamatan Gebog di Desa Padurenan, Kecamatan Undaan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Mejobo di Desa Gulang dan Kecamatan Kaliwungu di Desa Kaliwungu.

TRENDING :  Rudy Eka Priyambada Dipercaya Tangani Persipa Pati

Dalam sambutannya, Bupati Kudus HM Tamzil mengapresiasi penulis karena sudah menyelesaikan buku nya, tentu dalam prosesnya telah melewati perjuangan. “Hadirnya buku ini saya patut berbangga hati, karena di Kudus banyak melahirkan penulis, ini menunjukkan kemajuan suatu daerah dan Kudus merupakan salah satu diantaranya,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum MUI Kabupaten Kudus, KH Ahmad Hamdani mengucapkan terima kasih kepada penulis atas hadirnya napak tilas ulama di seluruh kecamatan di Kabupaten Kudus.

“Sangat bersyukur, karena baru kali ini ada buku yang bisa memberikan hasanah pengetahuan tentang sejarah masing-masing Desa di Kudus,” tandasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :