Penyintas covid-19, Masan Siap Jadi Pendonor Plasma Konvaselen

oleh -128 kali dibaca
Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan (kiri) saat berbincang dengan Direktur RSUD Loekmono Hadi (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Belakangan ini banyak pasien virus corona yang mencari plasma darah penyintas atau survivor COVID-19. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan menyatakan dirinya siap untuk menjadi pendonor plasma konvaselen. Ia bahkan secara sukarela menawarkan donor bagi pencari donor golongan darah O.

“Kalo ada yang butuh darah O bisa menghubungi saya karena golongan darah saya O, saya sangat siap kalo diminta donor plasma” kata Masan saat ditemui di pencanangan vaksinasi pertama di Kabupaten Kudus, Senin (26/01/2021).

Masan sebelumnya memang sempat menjadi pasien covid-19. Ia telah menjalani serangkaian perawatan insentif di RSUD dr Loekmono Hadi. Kini ia sudah dinyatakan negatif dannsembuh dari covid-19 serta merasa lebih sehat dari sebelumnya.

Seperti diketahui, terapi plasma konvalesen dilakukan dengan memberikan plasma atau bagian darah mengandung antibodi dari orang yang telah sembuh (survivor atau penyintas) kepada pasien yang sakit, dimana diyakini plasma tersebut bisa mengeliminasi virus sehingga diharapkan infeksi bisa terputus dan dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh pada orang-orang yang positif virus corona.

“Dari Forkopimda hanya saya yang tidak divaksin karena sudah menjadi penyintas covid, sekarang kondisi saya alhamdulillah sudah sangat sehat” ungkapnya.

Terkait alat untuk donor plasma konvalesen di Kabupaten Kudus saat ini memang belum ada. Pihaknya menyampaikan bahwa terkait alat tersebut saat ini masih dalam koordinasi untuk pengadaannya.

“Kalau mau donor plasma memang solusinya sekarang ke semarang dulu, kalau di Kudus segera kami koordinasikan untuk pengadaanya” tuturnya.

Sebagai seorang penyintas Covid-19, ia menyarankan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Bahkan jika sudah di vaksin sekalipun. Ini karena virus Covid-19 bisa menyerang siapa saja yang lengah akan penerapan protokol kesehatan.

“Tentunya setelah ada vaksinanya ini jangan lengah protokol kesehatannya, karena kalau terkena covid itu sakitnya luar biasa. Saya yang sudah mengalami berharap pada seluruh masyarakat kabupaten kudus untuk menjaga protokol kesehatan karena itu penting sekali” harapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :