Penyuluh Pertanian Diminta Bantu Pasarkan Hasil Tani

oleh -230 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Turunnya harga hasil pertanian pada masa pandemi terutama saat PPKM , membuat Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Dr Ir Sunardi M.Pi MH bergerak cepat. Yakni dengan menghimbau para penyuluh pertanian untuk membantu pemasaran hasil tani para petani dampingan. Hal ini sebagai upaya untuk akselerasi pendapatan petani.

“Kami tidak menyuruh atau memaksa yaa.. ini sebagai bentuk empati kita ke para petani. Sebab para petani kita ini sudah produksi (panen) banyak , namun penjualan terkendala karena suasana PPKM. Nah, meski menghimbau ke semua penyuluh tapi jangan sampai merugikan petani. Maksutnya, pembelian ke petani . Misalnya produk cabai kemarin, harganya tetap sesuai yang menguntungkan mereka untuk dijualkan ke jaringan njenengan (penyuluh) semua. Jiwa wirausaha harus dimunculkan sekarang. Kalau hasil penjualan ada lebih sedikit, maka itu barokah njenengan membantu para petani kita ,” kata Sunardi saat sambutan rapat koordinasi penyusunan e-RDKK pupuk bersubsidi.

Pria yang hobby mendalang ini memaparkan bahwa saat pandemi sekarang banyak lapangan kerja terpukul. Namun untuk dunia pertanian relatif masih bisa berjalan.

“ Usaha Jasa, kesenian dan Pariwisata terpukul karena harus tutup. Contohnya saudara-saudara kita ojek colo dan menara. Perdagangan juga tidak berkutik karena akses jalan ditutup penyekatan pembatasan mobilitas. Pengalaman saya berkeliling (menjabat Plt) ke dinas dinas, pertanian relatif stabil karena semua orang butuh pangan serta sayuran ,” jelasnya.

Jadi, sambungnya, kedepan keberadaan penyuluh pertanian kami minta bagaimana cara meningkatkan produksi pertanian perwilayah ( desa / BPP) misalnya, padi , palawija, hortikultura, tebu dan empon-empon.

“ kita berihtiar agar petani meningkatkan produksi pertanian. Penyuluh itu ibaratnya dokter atau konsultan. Harus memberikan solusi nilai lebih dibandingkan dengan bukan penyuluh pertanian. Kalau untuk pekarangan harus bisa memanfaatkan sejengkal dua jengkal tanah untuk pertanian. Kami harap, untuk semua penyuluh agar menjalani dengan ikhlas dan sebagai ibadah. ,” cetusnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :