Peranan Multivitamin Dalam Terapi Covid-19

oleh -3,959 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Zat gizi atau nutrien dapat digolongkan menjadi makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien adalah zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang besar, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, sedangkan mikronutrien adalah zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil, seperti vitamin dan mineral.

Kebanyakan jenis vitamin dan semua jenis mineral tidak dapat dibentuk oleh tubuh manusia sehingga perlu asupan dari makanan. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik, antara lain vitamin A, vitamin B [B1 atau thiamin, B2 (riboflavin), B3 (niacinatau niacinamide), B5 (asam pantotenat),  B7 (biotin), B6 (piridoksin), B9 (asam folat), dan B12 (kobalamin)], vitamin C, D, E, dan K.  Berdasarkan kelarutannya, vitamin terbagi menjadi dua golongan yaitu vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K) dan vitamin larut air (vitamin B dan C). Sedangkan mineral dibagi berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh, menjadi makromineral seperti natrium, kalium, klorida, magnesium, fosfor dan kalsium, serta mikromineral (trace element), seperti zat besi, tembaga, zinc, selenium, yodium, fluoride, dll.

Mikronutrien termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan yang masing-masing memiliki fungsi spesifik.Vitamin dan mineral antara lain berperan dalam proses metabolisme makanan menjadi energi, menjaga daya tahan tubuh, sebagai antioksidan, memperbaiki sel yang rusak sehingga membantu proses penyembuhan, dan menjaga fungsi sel-sel tubuh tetap baik. Jadi vitamin dan mineral diperlukan baik dalam keadaan sehat maupun sakit.

Meskipun diperlukan dalam jumlah kecil, namun jangan sampai mengalami kekurangan atau defisiensi mikronutrien, karena bisa berisiko menyebabkan penyakit tertentu, penurunan daya tahan tubuh, serta terhambatnya proses penyembuhan. Ada beberapa kondisi di mana seseorang bisa berisiko mengalami defisiensi mikronutrien, yaitu:

  • Kurang asupan makanan yang mengandung mikronutrien, misalnya kurang asupan sayur dan buah, kesalahan pengolahan sayuran, gangguan makan, memiliki penyakit kronik sehingga nafsu makan berkurang, dan intoleransi terhadap jenis makanan tertentu.
  • Penurunan atau gangguan absorpsi makanan seperti pada usia lanjut, pasca-operasi pemotongan usus besar, penyakit radang usus kronik, radang pankreas kronik, atau penyakit kandung empedu.
  • Pengeluaran yang meningkat misalnya pada kondisi muntah atau diare berat, dan luka bakar yang luas.
  • Kebutuhan yang meningkat seperti pada masa penyembuhan penyakit, trauma/cedera, atau pembedahan, masa kehamilan atau menyusui.

Sebenarnya mikronutrien dapat diperoleh dari makanan sehari-hari seperti dari sayuran atau buah-buahan, namun dalam kondisi-kondisi tersebut di atas seringkali diperlukan suplementasi mikronutrien untuk membantu mencukupi kebutuhan akan mikronutrien dan mencegah defisiensi mikronutrien. Suplemen yang mengandung beberapa vitamin dengan atau tanpa mineral sering disebut multivitamin.

Selama pandemi Covid-19, selain menjalankan protokol kesehatan secara benar, diperlukan daya tahan tubuh yang kuat untuk membantu mencegah dan melawan infeksi virus penyebab Covid-19. Bagaimana cara memperkuat daya tahan tubuh? Antara lain dengan mengonsumsi makanan sehat dengan zat gizi seimbang, artinya memenuhi kebutuhan akan zat gizi termasuk mikronutrien. Selain itu juga dengan melakukan olahraga teratur, istirahat cukup, meminimalisir stres, dan selalu berperilaku hidup sehat dan bersih.

Selain vitamin D, beberapa vitamin lain seperti vitamin B, C, dan E serta mineral zinc juga telah direkomendasikan untuk diberikan pada penderita Covid-19 baik yang bergejala maupun tanpa gejala. Bagaimana peranan vitamin-vitamin tersebut dan zinc pada infeksi Covid-19? Yaitu dengan memperkuat barier epitel mukosa saluran pernapasan (vitamin E, zinc), berperan sebagai imunomodulator yang meregulasi respons imun terhadap infeksi Covid-19 (vitamin C, E, zinc), memberikan efek antioksidan yang dapat menekan kondisi stres oksidatif akibat infeksi (vitamin C, E, dan zinc), menurunkan sitokin proinflamasi (vitamin B, C, E), dan membantu menurunkan kemampuan virus untuk memperbanyak diri (zinc). Manfaat dari pemberian vitamin-vitamin tersebut dan zinc pada pasien Covid-19 adalah membantu menurunkan derajat keparahan penyakit dan mempercepat perawatan di rumah sakit maupun pemulihan dari penyakit Covid-19.

Di samping menjalankan protokol kesehatan dan memperkuat daya tahan tubuh, vaksinasi juga diperlukan untuk menurunkan risiko terinfeksi Covid-19. Kecukupan akan nutrisi termasuk mikronutrien juga diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas dari vaksin. Demikian pula setelah vaksinasi, asupan mikronutrien juga diperlukan agar daya tahan tubuh tetap kuat karena dengan vaksinasi, bukan berarti tubuh akan sepenuhnya kebal sehingga tetap ada kemungkinan terinfeksi Covid-19 jika daya tahan tubuh tidak optimal.

PT Kalbe Farma Tbk saat ini juga memasarkan produk multivitamin yang mengandung vitamin B, C, E, serta mineral zinc dan kalsium dengan nama Zegavit yang digunakan sebagai suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh dengan dosis cukup satu kaplet sehari untuk dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas. Kandungan vitamin B yang lengkap (vitamin B1, B2, B3, B5, B6, asam folat, B12), vitamin C 750 mg, zinc 20 mg dapat memberikan manfaat vitamin dan zinc yang optimal untuk menunjang daya tahan tubuh. (CH/*)

Dapatkan segera Zegavit disini.

KOMENTAR SEDULUR ISK :