Kudus, isknews.com – Proses perbaikan ruang kelas I dan II di SD Negeri 1 Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, membuat puluhan siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang perpustakaan dan ruang serba guna. Hal ini dilakukan sebagai solusi sementara selama rehabilitasi berlangsung.
Ruang kelas yang tengah diperbaiki sebelumnya sudah lama dikeluhkan karena mengalami kerusakan cukup parah. Atap yang bocor dan lantai yang sering tergenang air saat musim hujan membuat suasana belajar tidak kondusif.
Siti Komariyah, guru kelas di SDN 1 Mejobo, membenarkan bahwa kondisi ruang kelas tersebut sudah tidak layak digunakan. “Memang kondisi ruang kelas sudah rusak, banjir sampai masuk kelas, atap juga bocor,” ujarnya saat ditemui, Jumat (1/8/2025).
Selama proses rehabilitasi, sebanyak 17 siswa kelas I dipindahkan ke ruang perpustakaan, sementara 15 siswa kelas II belajar di ruang serba guna.
Tahun ini, SDN 1 Mejobo mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang kelas dari APBD Kabupaten Kudus 2025 dengan total anggaran sebesar Rp187,8 juta. Perbaikan mencakup atap, lantai, serta peninggian bangunan agar lebih tahan terhadap banjir.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi dimulai sejak 15 Juli 2025 dan ditargetkan rampung dalam 60 hari kerja. “Mulai pengerjaan kemarin sekitar tanggal 15 Juli, target pelaksanaan rehab dilakukan selama 60 hari kerja,” jelasnya.
Anggun juga mengungkapkan bahwa selain SDN 1 Mejobo, terdapat 57 sekolah lain di Kudus yang akan direhabilitasi tahun ini, dengan total anggaran sekitar Rp9,3 miliar. Dari jumlah tersebut, 25 sekolah sudah memulai pengerjaan fisik.
“Target kami, September semuanya sudah memulai pengerjaan fisik,” imbuhnya.
Ia berharap, setelah perbaikan selesai, siswa dan guru dapat belajar dan mengajar dengan lebih nyaman dan aman, tanpa lagi dihantui kekhawatiran akibat kerusakan bangunan. (AS/YM)







