Peringatan HKN di Kudus, Dari Upacara Hingga Brigade Siaga Bencana

oleh -1,139 kali dibaca
Suasana peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Kudus di halaman RS Mardi Rahayu Kudus. Tema peringatan HKN tahun ini adalah Hidup Sehat Masyarakat Kuat. Selain upacara, juga ada sejumlah simulasi penanganan kondisi gawat darurat.

Kudus,isknews.com– Perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN)ke 52 Tahun 2016 di tingkat Kabupaten Kudus, berlangsung meriah Sabtu (12/11) kemarin. Bertempat di halaman Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, acara peringatan HKN diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Apel bendera, hingga serangkaian simulasi-simulasi dan dance. Ketua Panitia HKN ke52 tahun 2016 Kabupaten Kudus dr Sri Pinaringsih Direktur SDU RS Mardi Rahayu mengatakan, peserta peringatan HKN tahun ini sekitar 600 orang.

Mereka merupakan insan-insan kesehatan di Kudus. Mulai dari perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, puskesmas, rumah sakit negeri dan swasta, delegasi organisasi profesi kesehatan yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perawat (PPNI), IAI, PGDI, IAKMI, PAFI hingga mahasiswa dari STIKES, AKPER dan Akbid. ”Sesuai tema nasional HKN tahun ini yakni, Masyarakat Hidup Sehat Indonesia Kuat, kami mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga pola dan perilaku hidup sehat. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Direktur SDU Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus ini.

Setelah apel selesai, panitia menggelar beragam acara. Dimulai dari hand wash dance yang merupakan sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan. Dan hand wash dance ini juga diperagakan bagaimana enam langkah cuci tangan. Mencuci tangan merupakan hal dasar dalam upaya mencegah penularan penyakit. Setelah itu juga ada kegiatan lainnya seperti tata cara pertolongan untuk orang yang pingsan dan tidak bernafas bernama Brigade Siaga Bencana.

Selain itu juga dipraktikkan cara penyelamatan ibu hamil dengan nama simulasi SIJARI EMAS. “Memang, sebelum acara resmi kami sudah menggelar gladi bersih yang diikuti peserta. Namun, tetap saja ada yang gugup ketika acara dimulai. Banyak dari peserta yang merasakan bahwa itu bukan simulasi, namun dalam kondisi yang sesungguhnya,” ungkapnya. Si Jari Emas, yakni sebuah cara mengetahui ruang puskesmas dan rumah sakit yang kosong.

Jadi, jika ibu hamil hendak melahirkan bisa lebih cepat mengetahui apakah puskesmas atau rumah sakit yang akan dituju masih ada ruang kosong atau tidak. “Peringatan HKN tahun ini juga ada acara donor darah. Kami senang dengan antusiasme masyarakat. Selain para peserta apel peringatan HKN, banyak juga dari masyarakat yang ikut mendonorkan darahnya,” terang dia. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus dr Maryata memberikan apresiasi positif terkait kegiatan ini.(YM/Adv.)

KOMENTAR SEDULUR ISK :