Peringati Hari Kartini, Mawar Hartopo Ajak Perempuan Tuntaskan Pendidikan

oleh -702 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Perayaan Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April Mawar Hartopo mengajak perempuan-perempuan untuk menuntaskan pendidika. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting untuk menguatkan ekonomi keluarga agar tetap tegak di tengah pandemi.

Hal itu disampaikan Mawar Hartopo, istri ‎Bupati Kudus, HM Hartopo saat memimpin apel perayaan Hari Kartini, di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (21/4/2021).

Dalam kesempatan itu Mawar yang mengenakan busana kebaya itu memimpin apel yang diikuti srikandi Kudus.

Mawar menceritakan, banyak peremp‎uan harus memiliki peran ganda untuk membantu menopang perekonomian keluarga.

Satu di antaranya saat banyak suami yang menjadi korban Pe‎mutusan Hubungan Kerja (PHK), istri ikut ambil bagian membantu ekonomi keluarga.

“‎Peran istri jelas besar di tengah pandemi, banyak suami di PHK. Bagaimana mereka putar otak sehingga bisa mendongkrak ekonomi keluarga,” ujar dia.

Mawar menjelaskan, zaman emansipasi wanita saat ini menuntut wanita tidak hanya berada di dalam rumah. Namun juga ikut berkarya, dan mengelola banyak hal.

‎”Motivasi untuk para perempuan agar bisa menuntaskan pendidikannya, karena pendidikan sudah menjadi keharusan,” katanya.

‎Menurutnya, problem perempuan saat ini adalah meningkatnya tren pernikahan usia dini di Kabupaten Kudus.

‎Mawar mengajak, perempuan harus menyelesaikan pendidikannya dan tidak emosional untuk memutuskan berumah tangga.

‎”Saya prihatin sekali kondisi ini. Kita setua ini problem rumah tangga tidak bisa langsung menyelesaikan masalah. Justru nanti malah bisa menambah masalah baru,” kata dia.

‎Mawar berupaya bekerjasama dengan Dinas Sosil untuk membentuk Duta Generasi Reproduksi (Genre) dalam mengatasi fenomena tersebut.

Harapannya, kata dia, remaja perempuan itu dapat bercerita kepada teman sebayanya yang bisa memberikan solusi baik.

“‎Jangan sampai mereka itu curhat kepada orang yang salah,” ujarnya.

Dalam apel tersebut juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus.

Diketahui Kasus pernikahan dini di bawah usia 19 tahun mengalami peningkatan hingga hampir 100 persen pada awal tahun 2021.

Panitera Pengadilan Agama ‎Kudus, Muchammad Muchlis mengatakan, peningkatan permohonan dispensasi pernikahan itu karena sebelumnya syarat minimal perkawinan perempuan berusia 16 tahun.

Namun, undang-undang perkawinan 2019 menyebutkan kedua mempelai harus berusia minimal 19 tahun.

“Sehingga yang berusia di bawah 19 tahun harus mengajukan dispensasi perkawinan,” jelas dia.

Muchlis menambahkan, mayoritas kasus perkawinan remaja itu karena perempuannya sedang hamil.

“Kebanyakan kasusnya begitu, karena perempuannya sudah hamil,” ujarnya.

Dia menyebutkan jumlah dispensasi yang telah diputus Pengadilan Agama Kudus sebanyak 67 orang.

Jumlah itu terdiri dari 22 orang bulan Januari, 23 orang bulan Februari dan 22 orang bulan Maret 2021.

“Kalau dibandingkan bulan Januari 2020 hanya 12 orang remaja yang mengajukan dispensasi nikah. Berarti kenaikannya hampir 100 persen di bulan Januari,” ujar dia.

Muchlis menghitung, jumlah remaja yang mengajukan dispensasi perkawinan pada triwulan pertama mencapai ‎54 orang tahun 2020.

Artinya, pada triwulan I tahun 2021 dispensasi perkawinan mengalami kenaikan mencapai 24 persen.

“Memang tren pernikahan dini mengalami kenaikan,” kata dia.‎‎(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.