KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 250 anak mengikuti perlombaan bernuansa Islami yang digelar Srikandi Semarak Bersatu Kudus dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Seribu Merpati, Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (25/10/2026).
Ketua Srikandi Semarak Bersatu Kudus, Erna Susana, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini melalui perlombaan yang edukatif dan menyenangkan.
Tiga jenis perlombaan yang digelar meliputi mewarnai kaligrafi, azan, dan hafalan surat pendek. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), hingga siswa sekolah dasar (SD) kelas III.
Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan anak-anak yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus, tetapi juga dari Kabupaten Demak dan Jepara. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut turut menambah semarak peringatan Hari Santri Nasional.
Erna menjelaskan, setiap perlombaan memiliki manfaat tersendiri bagi perkembangan anak. Lomba mewarnai kaligrafi menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, sedangkan lomba azan dan hafalan surat pendek diharapkan dapat meningkatkan kemampuan keagamaan sekaligus membangun keberanian anak untuk tampil di depan umum.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak usia dini.
Selain menjadi sarana belajar, perlombaan tersebut juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarpeserta, orang tua, dan masyarakat dari berbagai wilayah.
Melalui kegiatan ini, Srikandi Semarak Bersatu Kudus ingin turut berperan dalam membentuk generasi muda yang berakhlak baik, percaya diri, kreatif, serta memiliki pemahaman agama yang kuat.
Erna berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada kesempatan mendatang dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pendidikan karakter dan keagamaan anak-anak.






