Pernah Finis Keempat, Kini Voli Indoor Kudus Berani Bidik Emas Porprov 2026

oleh -455 Dilihat
Tim bola voli indoor Kudus Pada Porprov Jateng 2026, tak ingin mengulang hasil serupa dan mulai menyiapkan kejutan dengan membidik medali emas. (Foto: Devy)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pengalaman finis di posisi keempat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah sebelumnya menjadi cambuk bagi tim bola voli indoor Kabupaten Kudus. Pada Porprov Jateng 2026, Kudus tak ingin mengulang hasil serupa dan mulai menyiapkan kejutan dengan membidik medali emas.

Skuad voli indoor Kudus kini diperkuat perpaduan atlet senior dan junior. Komposisi tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pengalaman, tenaga, dan semangat bertanding untuk menghadapi persaingan antarkabupaten/kota di Jawa Tengah.

Pelatih voli indoor Kudus, Zahrul Anam, mengatakan sebanyak 14 atlet saat ini dipersiapkan untuk menghadapi Porprov 2026. Mereka terdiri dari dua libero, dua tosser, enam open spike, dan empat middle blocker.

“Bervariasi, banyak yang masih junior kita padukan dengan senior. Yang paling tua kelahiran 2003, yang termuda kelahiran 2010,” ujar Zahrul, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, komposisi usia yang cukup beragam justru menjadi salah satu kekuatan yang sedang dibangun tim. Pemain senior diharapkan mampu memberikan pengalaman sekaligus menjadi contoh bagi para pemain junior.

Sementara atlet muda diharapkan dapat memberikan energi tambahan ketika berada di lapangan.

Dari 14 atlet yang dipersiapkan, sekitar 30 persen di antaranya sudah memiliki pengalaman tampil pada Porprov sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena para pemain sudah pernah merasakan atmosfer pertandingan olahraga tingkat provinsi.

“Ada sekitar 30 persen yang sudah ikut Porprov empat tahun yang lalu,” katanya.

Meski persiapan terus berjalan, seluruh pemain belum bisa berkumpul dalam satu pemusatan latihan secara penuh. Sejumlah atlet masih berada di luar kota karena menjalani aktivitas perkuliahan.

Zahrul menargetkan seluruh pemain sudah dapat berkumpul di Kudus sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan Porprov. Setelah seluruh pemain bergabung, program latihan akan ditingkatkan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Saat ini, latihan rutin dilakukan sebanyak tiga hingga empat kali dalam sepekan. Latihan masih difokuskan pada sore hari. Ketika memasuki masa Training Center (TC), frekuensi latihan akan ditingkatkan menjadi pagi dan sore.

“Kalau sekarang latihan tiga sampai empat kali dalam satu minggu. Masih sore. Nanti ketika TC sudah mulai, latihan pagi dan sore,” jelasnya.

Persiapan yang dilakukan tim pelatih tidak hanya berkutat pada teknik permainan. Kondisi fisik setiap atlet juga menjadi perhatian karena menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.

Program latihan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pemain. Materinya mencakup adaptasi anatomi, latihan beban, endurance atau daya tahan, hingga kelincahan.

Setelah aspek fisik dibangun, latihan kemudian dipadukan dengan penguatan teknik dasar bola voli dan penerapannya dalam permainan.

“Setiap latihan sudah terjadwal. Ada adaptasi anatomi, beban, endurance atau daya tahan, dan kelincahan. Nanti perpaduannya dengan teknik dasar,” terang Zahrul.

Hingga saat ini, tingkat kesiapan tim disebut sudah mencapai sekitar 60 persen. Sisa waktu persiapan bakal dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik, kematangan teknik, serta kekompakan antarpemain.

Target emas pun menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Kudus. Apalagi pada Porprov sebelumnya, tim hanya mampu mengakhiri kompetisi di posisi keempat.

Hasil tersebut kini dijadikan bahan evaluasi agar prestasi tim dapat meningkat pada Porprov 2026.

“Untuk Porprov tahun ini kita ditargetkan untuk emas,” tegas Zahrul.

Namun, perjuangan Kudus untuk mengejar podium tertinggi dipastikan tidak mudah. Sejumlah daerah telah dipetakan sebagai pesaing yang patut diwaspadai.

Semarang menjadi salah satu kekuatan yang mendapat perhatian khusus dari tim Kudus. Zahrul menilai materi pemain Semarang cukup kuat karena banyak atletnya berasal dari klub-klub pusat.

“Untuk Semarang adalah pemain yang kebanyakan dari klub-klub pusat,” ungkapnya.

Selain Semarang, Purwodadi juga masuk dalam radar Kudus sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi pesaing dalam perebutan medali.

Menghadapi persaingan tersebut, tim pelatih tak hanya menyiapkan kemampuan teknis para pemain. Mental bertanding dan karakter atlet juga terus dibentuk melalui penerapan disiplin dan tanggung jawab selama mengikuti latihan.

Setiap pemain diminta serius menjalani program yang telah disusun serta terus berupaya meningkatkan kualitas permainan.

“Kita tanamkan disiplin dan tanggung jawab. Setiap latihan harus fokus supaya lebih meningkat dan lebih berkualitas,” pungkas Zahrul. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.