Persiku Naik Kasta, Ardyansyah Harapan Baru Publik Sepakbola di Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Berakhirnya masa bakti manajemen Persiku pada akhir 2019 kemarin, sejumlah nama mulai bermunculan disebut oleh para pecinta sepakbola di kota kretek ini.

Selain nama manajer Persiku 2019 HM Bismarck, Asisten manajer Persiku Junior Ayatullah Humaini serta sejumlah nama-nama lain, kini nama yang santer disebut-sebut publik sepakbola di Kudus adalah Firdaus Ardyansyah Purnama atau yang karib disapa Ardi.

Pengusaha yang memang pecinta olahraga dan atlet sejak kecil ini, oleh sejumlah media dikatakan akan menjadi harapan baru dan angin segar bagi dunia sepakbola di Kudus, selain memiliki kecintaan akan olahraga Ardi juga dinilai memiliki visi yang paling jelas baik latar belakang manajerial hingga harapan penataan manajemen organisasi dan finansial sebuah klub sepakbola.

Ditemui oleh media ini di kediamannya, Ardi yang sebelumnya tak mau berkomentar soal dicalonkannya namanya pada bursa manager Tim Persiku Senior, mengatakan dirinya kalau memang dipercaya publik bola, siap melaksanakan amanat tersebut.

TRENDING :  Persiku Tergabung di Grup A Bersama Persipa

Saat disinggung alasan mengapa kini bersedia maju sebagai salah satu dirijen Persiku. Karena dia merasa tertantang untuk mengangkat kasta kompetisi Tim Persiku Kudus. Meskipun upaya tersebut diakuinya tidak mudah dan butuh dukungan semua pihak, bila diberi kesempatan mengelola tim senior pihaknya akan berjuang agar Persiku senior dapat naik ke kasta Liga 2.

Firdaus Ardyansyah Purnama (Ardi) (foto: YM)

”Perjuangannya akan sangat berat, dan saya terpanggil untuk membantu mewujudkannya,” katanya.

Pihaknya menyadari benar, persoalan naik kasta tidak hanya ditentukan kepiawaian manajemen tim. Butuh dukungan banyak dari stake holder sepakbola di Kudus.

“Mulai dari suporter, Pemerintah Kabupaten Kudus hingga kalangan dunia usaha, serta goodwill dari seluruh pengelola sepakbola di Kudus untuk benar-benar ingin menaikkan kasta sepakbola di Kudus, bukan setengah-setengah apalagi hanya lips service saja didepan publik sepakbola Kudus,” ungkapnya, Senin (27/01/2020).

TRENDING :  Persijap Undang Suporter Hadiri Diskusi Terbuka di GBK

Namun, pihaknya meyakini bila semua pihak memberikan dukungan cita-cita yang sudah ditunggu suporter tersebut akan terealisasi.

Dia menyadari benar, risiko naik kasta yakni Persiku akan kehilangan kesempatan menggunaan dana APBD untuk operasional kegiatannya. Namun, pilihan sulit tersebut harus diambil bila tim ditarget naik kelas kompetisi.

Jadi, pihaknya berpandangan Persiku Kudus harus diberi ruang yang cukup untuk berprestasi.  Persiku tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan menggunakan dana APBD dan harus merangkak mencari dana dari swasta untuk operasionalnya.

”Tantangan tersebut harus dihadapi,” ungkapnya.

TRENDING :  Susunan Pemain Persiku vs Persis Muda

Fanatisme suporter, menurutnya merupakan hal yang jauh lebih sulit diperoleh. Dia menyadari, mereka dengan kesadaran sendiri bersedia memberikan dukungan kepada tim ke mana kesebelasan yang dibelanya berlaga.

Pengorbanan tersebut harus diapresiasi dengan target peningkatan prestasi. Bila saat ini di Laga 3, sudah selayaknya disusun rencana untuk melangkah ke Liga 2.

Persiku layak dikedepankan dengan melihat dukungan dan antusias penonton maupun pendukung setianya. Dia juga melihat potensi swasta di Kota Keretek sedemikian besar untuk diajak bermitra tanding.

Seandainya ada pola hubungan yang kurang tepat dengan swasta pada masa lalu, tidak perlu dicari siapa yang paling bersalah.
”Yang penting, bagaimana mengembalikan kepercayaan dari swasta agar mereka meningkatkan dukungannya untuk tim,” paparnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :