Persiku Nirmenang dalam Enam Laga, Sam’ani Tekankan Dukungan Semua Pihak

oleh -100 Dilihat
Sampul Ilustrasi. (generated By AI)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Persiku Kudus tengah menghadapi masa sulit di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Hingga pekan keenam, tim berjuluk Macan Muria tersebut belum meraih kemenangan dan terpuruk di posisi ke-10 atau juru kunci Grup A.

Berdasarkan data klasemen pekan keenam, Persiku mencatatkan satu hasil imbang dan lima kekalahan dari enam pertandingan. Tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Kudus itu baru mencetak empat gol dan telah kebobolan 21 gol, dengan selisih gol minus 17.

Persiku juga tercatat mengoleksi minus satu poin setelah mendapatkan pengurangan dua poin. Catatan tersebut menjadi pekerjaan berat bagi pengelola klub untuk segera membenahi performa tim sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap kebangkitan Macan Muria.

Di tengah kondisi tersebut, harapan agar Pemerintah Kabupaten Kudus ikut memberikan perhatian terhadap Persiku mengemuka. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pun menegaskan bahwa pihaknya tetap memperhatikan perkembangan klub, meskipun pengelolaannya berada di bawah badan usaha swasta berbentuk perseroan terbatas (PT).

“Karena itu sudah pihak swasta, nanti biar dari teman-teman untuk melakukan koordinasi. Sifatnya membantu, karena itu adalah PT,” ujar Sam’ani.

Ia menjelaskan, Persiku memiliki sejumlah pemegang saham sehingga tanggung jawab pengelolaan dan pembenahan klub berada pada pihak-pihak yang menjalankan perusahaan tersebut.

Meski demikian, Sam’ani berharap pengurus Persiku segera melakukan evaluasi dan memperbaiki kondisi klub agar mampu bangkit dari keterpurukan.

“Kita ikut perhatian, tapi saya yakin nanti pengurusnya dari PT-nya nanti bisa membenahi diri,” katanya.

Menurut Sam’ani, salah satu persoalan mendasar dalam pengelolaan sepak bola adalah ketersediaan anggaran. Pendanaan yang memadai dibutuhkan untuk menopang operasional klub, memperkuat tim, serta mendukung pencapaian prestasi di kompetisi.

“Karena memang sebuah sepak bola itu nomor satu adalah masalah anggaran. Saya sudah mengalami beberapa kali,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya memajukan sepak bola Kudus membutuhkan pemahaman dan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya pengurus dan pemegang saham, keterlibatan elemen lain juga diperlukan untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.

“Pemahaman semua pihak, dukungan semua pihak itu memang sangat-sangat diperlukan,” tegas Sam’ani.

Dengan catatan tanpa kemenangan dalam enam pertandingan, Persiku dituntut segera berbenah agar mampu memperbaiki posisi di klasemen. Pembenahan manajemen, penguatan pendanaan, dan dukungan berbagai pihak diharapkan menjadi modal bagi Macan Muria untuk bangkit serta mengembalikan kepercayaan masyarakat Kudus. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.