Pertama dan Satu-satunya, Perempuan Asal Kudus Ini Sulap Limbah Nanas Jadi Minuman Olahan

oleh -2.072 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Siapa sangka, kulit nanas yang biasanya jadi limbah dan dibuang begitu saja bisa berubah menjadi minuman yang lezat. Kalau kulit nanas sejauh ini paling jauh dimanfaatkan sebagai pupuk organik, kreasi inovatif dari salah satu pengusaha kuliner di Kudus bisa mengolahnya menjadi produk minuman yang ditarget bisa tembus pasar hingga Luar Jawa. Bagaimana bisa ?

“Karena sepertinya ini (minuman sari kulit nanas, red) baru satu-satunya di Kudus, bahkan di Indonesia” ujar Rubiyanti, pemilik Rumah Pojok Kretif sekaligus pencipta minuman sari kulit nanas (Sarinas)

Berawal dari rasa iba melihat limbah kulit nanas yang terbuang sia-sia, Yanti, sapaan akrabnya, terpikirkan untuk memanfaatkan menjadi sesuatu yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat umum. Pasalnya, kandungan dalam kulit nanas memiliki khasiat yang baik untuk tubuh.

Yanti menyebut, kulit nanas bisa memberikan manfaat, seperti meningkatkan imunitas, menguatkan tulang dan gigi, mencegah penggumpalan darah, mengatasi sembelit, serta menghaluskan kulit wajah.

“Karena kandungan dalam kulit nanas itu baik, saya rasanya eman kalau kulit nanas ini cuma terbuang sia-sia. Jadi saya coba untuk mengkreasikannya menjadi produk minuman,” ujarnya.

Kebetulan, Yanti, sapaan akrabnya, juga sudah memiliki produk makanan dari nanas, berupa manisan nanas. Sehingga, dia tergerak untuk mengkreasikan juga kulit nanas daripada hanya menjadi limbah ataupun pupuk.

“Saya juga bincang-bincang sama dosen IPB dan cari info terkait kandungan kulit nanas. Jadi saya coba-coba buat jadi ekstrak minuman, alhamdulillah ternyata rasanya enak,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Yanti, produk minuman dari sari kulit nanas ini sempat membuat takjub Rektor Unisti hingga walikota Palembang, Sumatera Selatan. Sebab, yang biasanya menjadi limbah justru bisa menjadi produk minuman yang bisa dikonsumsi dan rasanya sangat nikmat.

“Mungkin ini baru satu-satunya di Kudus, bahkan Indonesia, inovasi minuman dari kulit nanas yang saya kreasikan sendiri dengan percobaan komposisi dari saya sendiri juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yanti membeberkan bagaimana proses pembuatan produk minuman Sarinas atau sari kulit nanas yang dibuatnya akhir Februari 2021 kemarin. Beberapa kali percobaan sempat tidak memuaskan, lantaran dia menggunakan cara pengolahan fermentasi.

“Awalnya percobaan itu fermentasi kulit nanas itu 5 hari, tapi terlalu lama jadi kebanyakan gas asamnya. Jadi saya kurangi jadi 3 hari, terus sekarang paling manteb fermentasi 2 hari,” terangnya.

Setelah difermentasi, diambil sari kulit nanasnya kemudian direbus dengan campuran gula aren, cengkih, kayu manis, kapulaga, kembang lawang, dan garam hingga mendidih.

Kata Yanti, pengemasan sari kulit nanas ke dalam cup juga dilakukan langsung setelah mendidih. Hal ini dilakukan supaya umur layak konsumsi bisa jangka panjang hingga 6 bulan ke depan.

“Untuk nanasnya saya pakai jenis nanas queen dari perkebunan Kudus sendiri,” tambahnya.

Untuk pemasaran sendiri, Yanti mengaku masih di sekitar Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur, serta Jawa Barat. Dalam sehari pihaknya bisa memproduksi sekitar 100 nanas, dan bisa menjual hingga 3000 pack sewaktu bulan puasa kemarin.

“Ini sudah berijin produknya. Diminum langsung ya enak, diminum pas dingin tambah nikmat,” pungkasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.