Pertukaran Pelajar ; Wujud Nyata Peduli Sesama

oleh -957 kali dibaca

Kudus_isknews.com–(20/1) Rombongan warga Australia tengah berkunjung ke Indonesia. Mereka telah berada selama sepekan di sini. Mr. John, salah satu warga Australia bertandang ke Indonesia untuk menjembatani program guru Australia dengan sekolah-sekolah di Indonesia, berdiskusi dan bertukar pengalaman. Misalnya saja, sebagai guru Bahasa Indonesia dapat menggunakan teknologi Skype dengan kelas lainnya di Indonesia agar lebih praktis dan nyata.

Berada di negeri asing, membuat rombongan dari Australia ini harus memahami budaya di Indonesia. Seperti memahami cara berpikir orang lain, wawasan, kepercayaan, kesenian, bahasa, dan lain sebagainya. Apalagi dalam sekolah banyak mata pelajaran yg dipelajari.

“Kegiatan ini telah berjalan selama 5 tahun lebih,” jelas Boni Hermawan, salah satu peserta program ini. Rentang waktu yang tidak sedikit itu telah membuat warga Australia terkesan dengan budaya Indonesia yang beraneka ragam. “Kebudayaan di Indonesia begitu rumit, sulit tapi menarik dan sangat dalam.” Katanya kepada ISKNEWS.COM. Dengan kemajuan teknologi, dunia seakan mengecil. Sehingga mudah untuk kita menjangkau informasi yang dibutuhkan, termasuk soal kebudayaan. Adapun guru dari Australia yang lain juga mengajar di daerah Sintang, Kalimantan, Lombok, Jakarta, Yogyakarta, dan Malang.

Sedangkan guru bahasa Inggris, Indonesia, IPA, Ekonomi Bisnis, guru smp sma digabung 7-12. di samodlong kota Melbourne.

Warga Australia sangat antusias untuk mempelajari budaya Indonesia, dan menonjol pada tahun 90an hingga sekarang. Sebut saja soal sapaan. Di Australia hanya mengenal “you”, sedangkan di Indonesia ada kamu, bu, mas, mbak. Belum lagi sapaan menggunakan bahasa daerah yang lebih bervariasi. Hal itu menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dengan ragam budayanya. Tak pelak, dunia menjadi lebih kecil karena beragam bahasa.

Di kudus sendiri Mr. John dan Mr. Lion terkesan dengan keramahan warga dan industrinya yang dinamis. Kearifan lokal rokok kreteknya yang legendaris juga membuat mereka tertarik. Selain itu, hal lain yang berkaitan dengan rokok kretek adalah tariannya yang menggambarkan proses pembuatan rokok tradisional. “Tari Kretek sangat menarik, saya melihat di film dokumenter yang diputar di museum kretek. Saya juga suka lukisan dan tertarik dengan saus kreteknya.”

Kesamaan budaya terdapat pada musik. Karena di Australia tidak terdapat gamelan, Mr. Lion ingin lebih mengeksplore dunia musik dengan nada integrasi musik Jawa (Indonesia). Menurut penuturannya, dulu banyak sandiwara yang dipentaskan di Australia dengan aksen budaya di Bali.

Program pertukaran pelajar ini dinilai positif karena dimulai dari generasi muda yang peduli dengan pendidikan dan kebudayaan, sehingga kemajuan peradaban serta keutuhan budaya dapat tercapai.

KOMENTAR SEDULUR ISK :