Perusahaan Larang Karyawan Kenakan Celana Pendek pada Rok Seragamnya

oleh

Kudus, isknews.com,  19/05, Sebuah Perusahaan yang terletak di jalan Jendral Soedirman Kudus kurang lebih 3 kilometer dari pusat kota ini bergerak dibidang pengepul sarang burung walet untuk diproses menjadi bahan baku kosmetika, berdiri sejak setahun lalu perusahaan ini memiliki aturan yang diluar norma ketenagakerjaan, perusahaan yang menurut pengakuan HRD memiliki karyawan sebanyak 300 orang dengan jumlah pekerja laki laki sebanyak 8 orang ini melarang karyawan perempuannya untuk mengenakan celana pendek di dalam rok seragamnya.

TRENDING :  Tak Hanya "Jeng Jeng", Peringatan HUT PGRI Upaya Riil Peningkatan Kualifikasi Guru

Hal tersebut dibenarkan oleh Bayu Sari Oktaviani yang menjabat sebagai HRD, ” Perusahaan telah memberikan pakaian kerja berupa seragam namun di dalamya tidak diperbolehkan menggunakan celana pendek ( harus langsung gunakan celana dalam,red ) untuk menjaga keamanan.” Paparnya.

Sedangkan peraturan untuk karyawati yang bekerja di bagian produksi perusahaan memberlakukan aturan dilarang mengenakan kerudung (hijab) karena mendapatkan penutup kepala, ketika ditanyakan alasan pelarangan tersebut HRD juga mnejawab demi alasan safety.

Sepintas bila di lihat dari luar perusahaan ini memang akan sulit di cari lokasinya karena terhalang tembok tinggi dan gerbang yang tertutup rapat dan tidak terlihat samasekali papan nama perusahaan, namun bila kita lihat kedalam bangunan yang tampak kecil bila dilihat dari luar ini ternyata belakangnya cukup luas terlihat dari layar cctv yang menyorot ruang ruang produksi yang luas, Saat media ini menanyakan masalah keberadaan serikat pekerja, HRD mengatakan di perusahaan tersebut tidak terdapat serikat pekerja.

TRENDING :  Akhirnya Jembatan Tanggulangin Ditutup Pertengahan Oktober Bulan Depan
TRENDING :  Atiqoh Ganjar Bantu 1500 Bibit Hijaukan Kawasan Wonosoco

Kepala Dinsosnakertrans melalui Kabid.Ketenagakerjaan Abdul wahab menjelaskan bahwa Hal tersebut merupakan hal yang tidak  Normatif.

” Seragam bukan merupakan hal normatif namun perlu ada pembinaan tentang norma kesusilaan jika bertentanngan dengan etika dan norma akan dilakukan pembinaan untuk membentuk PP atau PKB.” Paparnya.

Ditambahkan Kasie Pengawas Norma Kerja,Agus Sumarlan menyarankan untuk pembuatan Plang nama Perusahaan di luar agar diketahui kegiatan dan identitas usahanya. (MR-ODI)

KOMENTAR SEDULUR ISK :