Pesan Gus Muwafiq Pada Puncak Harlah Dasa Windu Banat NU Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Keluarga Besar Banat NU dan ForsikabaNu (Forum Silaturrahim Ikatan Alumni Banat NU) mengadakan puncak Harlah Banat NU Kudus ke – 80 tahun (Dasa Windu) dengan menggelar pengajian akbar di gedung IPHI Kudus, Minggu (26/1/2020).

Ketua penyelenggara Hj.Siti Nafisatun Yahya mengatakan, Kegiatan pengajian Akbar ini adalah sebagai puncak acara Harlah Banat yang kami laksanakan mulai pada tanggal 22 hingga 26 Januari 2020. Dalam kegiatan Harlah Banat kami melaksanakan berbagai kegiatan yang di antaranya melaksanakan Lomba mulai dari tingkat TK,RA,MI Serta MA, Jalan Sehat, Khatmil Qur’an 80 kali khataman dan juga Ziarah ke makam Para Muassis dan Para Kyai pendiri Banat NU Kudus.

“Semoga Harlah Banat NU Ke 80 ini bisa menambah kesuksesan kemajuan serta para siswi dan Alumini Banat Kudus bisa menjadi generasi muda yang bermanfaat bagi bangsa dan Negara,” harap Nafis, Sapaan akrabnya.

Nafis menambahkan, Rangkaian Harlah tahun ini mengusung tema ‘Pegang Teguh Tuntunan Salaf Ala Aswaja An-Nahdliyah Menuju Banat Yang Futuristik.’ “Harlah Dasa Windu ini menjadi ajang berkomunikasi dan berinteraksi langsung antar alumni dengan keluarga besar Banat NU. Selain itu, juga mempererat silaturrahim antar keluarga besar Banat NU bersama alumni, guru, peserta didik, atau wali peserta didik dengan masyarakat,” ungkapnya.

“Harlah dasa windu ini juga hendak meningkatkan peran Banat NU sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mewujudkan generasi muslimah yang cerdas dan kreatif,” imbuhnya.

Ia juga memohon keberkahan kepada Allah atas perjalanan panjang Banat NU di dunia pendidikan. Banat telah mengabdi selama 80 tahun. “Harapan kami, semoga Banat NU selalu diberikan jalan yang terbaik agar dapat mencerdaskan siswi-siswinya serta berakhlakul karimah,” ujar Nafis.

Senada dengan Bupati H.M. Hartopo, ST, MM, MH.(Plt. Bupati Kudus) yang hadir pada kesempatan itu. Dalam sambutannya Hartopo ikut berbahagia dengan mengucapkan “Selamat Harlah ke-80 Banat NU Kudus”. Semoga ke depan akan menjadi madrasah yang lebih baik dan lebih berprestasi lagi.

Di usia dasa windu bukan waktu yang pendek, lanjut Hartopo, tentunya telah banyak tempaan dan tantangan yang menjadikan madrasah Banat NU Kudus  ini terus berproses menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Era yang akan datang, tantangan semakin berat. Namun hal ini tentu dapat diatasi dengan cara berpikir yang kreatif dan inovatif menyesuaikan dengan perkembangan jaman,’ pesannya.

KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq  saat Mauidhoh hasanah

Sementara itu, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq  dalam Mauidhoh hasanah nya berpesan kepada santriwati Banat NU Kudus dan Alumni untuk tidak melupakan hal hal yang positif dan jangan sampai menyalahgunakan ke hal hal negatif yang nantinya bisa membawa dampak terhadap alumni maupun kita sendiri.

“Sekarang ini perempuan adalah sebagai tiang Negara karena perempuan yang baik akan menciptakan benih benih yang baik terutama dalam bidang agama,” tuturnya.

Gus Muwafiq melanjutkan, Apa yang telah di rumuskan oleh para alim ulama agar di pedomi dan di amalkan di masyarakat. “Para alumni Banat NU Kudus harus bisa menjadi penerus agama dan bangsa dan menjadi seorang ibu yang bisa menciptakan kader kader bangsa yang bisa di andalkan dan bermanfaat bagi umat manusia,” harapnya dilanjutkan doa penutup. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :