Petani Bawang Merah Didera Kemalangan

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Petani bawang merah di Bumi Mina Tani mengeluhkan turunnya harga kebutuhan dapur itu di pasaran. Bahkan, sejumlah petani mengaku merugi dengan anjloknya harga bawang merah. Ditambah, merajalelanya hama ulat yang membuat hasil produksi petani terjun bebas.

Diketahui, saat ini harga bawang merah di pasaran diangka Rp 7 – 8 ribu perkilogram. Jika dibandingkan masa panen sebelumnya, tentu sangat jauh yakni bisa mencapai Rp 15 ribu perkilogram, bahkan lebih.

“Dengan harga segitu, kami tidak mendapatkan untung sama sekali, malahan merugi. Tapi mau bagaimana lagi, padahal biaya perawatan bawang merah menghabiskan dana banyak,” keluh Sanwani (61) seorang petani bawang merah dari Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Rabu (27/09/2017) pagi.

TRENDING :  Polsek Batangan Terus Buru Sumber Kejahatan
TRENDING :  Parpol Wajib Laporkan Dana Awal Kampanye

Dalam satu hektare lahan tanaman bawang, lanjut dia, ongkos produksi pertama pihaknya mengaku menghabiskan Rp 80 juta. Belum lagi, untuk biaya lain-lainnya, meliputi perawatan dan tenaga.

“Untuk bawang merah ini membutuhkan obat khusus yang harganya mahal, sekali masa tanam kami bisa menghabiskan puluhan kaleng obat persatu hektarenya,” jelasnya.

Belum lagi, pihaknya harus membeli air untuk mengaliri lahannya karena saat ini musim kemarau. “Tanama bawang merah itu akan tumbuh dengan baik, apabila ada asupan air banyak,” sebut Sanwani.

TRENDING :  Lagi, Kabupaten Pati Dipercaya Jadi Tuan Rumah Perlombaan Tingkat Jateng

Imbuh dia, belum lagi masalah hama ulat yang membuat produksi pertanian kami menurun drastis. “Hama ini menyerang daun, akibatnya daun menguning dan kering. Imbasnya, umbi bawang merah menyusut,” jelasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :