Petani Desa Piji Dilatih Membuat Obat Semprot Pengendali Hama Ramah Lingkungan

oleh -492 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pertama kalinya kolaborasi antara pemerintah desa Piji bersama perwakilan dari Dinas Pertanian Jateng, Kepala Lap/POPT Pati dan tim KKN IAIN Kudus untuk program mengembangkan dan memanfaatkan kan potensi alam serta memajukan sumber daya manusia terutama pada bidang pertanian. Kolaborasi yang di maksud adalah gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman hortikultura yaitu pada pohon durian.

Acara ini di hadiri oleh Kepala Lap/POPT Pati (Lap pembuatan obat pengendali hama pohon) Sujiyanto beserta jajarannya. Kemudian ada juga perwakilan dari Dinas Pertanian Jateng, beliau ibu Heni beserta jajarannya. Tentu saja beberapa petani desa Piji juga ikut hadir.

Sebelum melakukan praktik langsung dilapangan, kata Heni, para petani diberikan bekal materi terlebih dahulu atau pengenalan awal oleh narasumber. Heni selaku perwakilan dari Dinas Pertanian Jateng memaparkan bahwa dengan adanya gerakan pengendalian ini nanti di harapkan para petani desa Piji bisa membuat obat semprot pengendali hama atau membuat pupuk sendiri yang ramah lingkungan,

“Bahannya dari unsur hayati yang mudah di temukan sekitar kita., sehingga mengurangi penggunaan bahan kimia yang terlalu sering. Syukur-syukur nanti desa Piji malah bisa mendirikan wisata kampung durian, kan bagus,” paparnya.

Sementara Sujiyanto selaku kepala LAP/POPT Pati, Selasa (15/9/2021) mengatakan Antusiasme para petani desa Piji terhadap gerakan pengendalian ini sangat luar biasa dan patut di acungi jempol. Ia menambahi keuntungan dari pengendalian hayati ini adalah pembuatan mudah dari alam sekitar, jika di semprotkan akan menyebar mencari sumber penyakit dan mencari hama yang ada di lapangan, selain itu juga dapat meningkatkan kekebalan pada pohon.

Setelah materi di sampaikan, saatnya eksekusi di lapangan, sebelum itu, narasumber mempraktikkan apa saja, bagaimana dan seperti apa prosesnya, kemudian para petani mengikuti, mahasiswa KKN IAIN ikut mendampingi prosesnya bersama bapak kepala desa Piji.

“Antusiasme para petani dalam mengikuti tahap demi tahap sangat luar biasa, mereka mempraktikkannya dengan penuh semangat, dan memperhatikan betul bagaimana arahan dari narasumber, banyak juga yang bertanya tentang kendala yang di alami para petani selama ini dalam pengendalian hama tersebut,” pungkasnya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :