PG Rendeng Optimis Tahun 2022 Capai Target 270 Ribu Ton Tebu

oleh -1,978 kali dibaca
PG Rendeng Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Setelah sempat mengalami ketersendatan produksi dan giling usai merevitalisasi sejumlah mesin barunya. Kini kinerja Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus sudah mendekati kondisi normal dan segera meningkatkankembali target produksi gula di tahun 2022 ini.

Menurut Kepala Tanaman PG Rendeng‎ Kudus, Febri Prasetyawan, pihaknya memastikan, dapat memproses hasil tebu petani di Kabupaten Kudus mulai tahun ini.

“Dijadwalkan usai Idul Fitri kami kembali melaksanakan giling dengan target produksi yang kami canangkan untuk tahun ini sebesar 270 Ribu Ton tebu,” ujarnya saat ditemui dikantornya, Rabu (16/02/2022).

Setelah sempat tak mencapai target produksi ditahun 2021 akibat kendala operasional pada mesin produksi, direncanakan tahun ini dapat beroperasi kembali menyerap hasil tebu petani Kudus.

“Tahun lalu tidak bisa karena revitalisasi mesin, sehingga target produksi hanya tervapai diangka 190 Ribu Ton, namun tapi tahun ini diharapkan sudah bisa dipakai untuk giling,” jelas dia.

Febri menjelaskan, rencananya penggilingan tebu menjadi butiran gula itu akan dilaksanakan sekitar bulan Mei 2022 mendatang. Operasinya kembali PG Rendeng di tahun ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

Jumlah itu diperoleh dari petani tebu yang memiliki luas lahan perkebunan mencapai 3.900 hektare.

“‎Petani tebu yang diakomodir untuk menyuplai kebutuhan PG Rendeng sebanyak 350 orang sampai 375 orang,” jelas dia.

Febri Prasetyawan, Kepala Tanaman PG Rendeng‎ Kudus (Foto: YM)

‎Dia menjelaskan, pihaknya terus bersinergi bersama petani tebu khususnya di wilayah Kudus, di antaranya melakukan program bongkar dan rawat ratoon.

Dengan begitu, petani tebu dapat memberikan hasil pertanian yang lebih baik lewat pengembangan tebu petani tersebut.

“Bantuan yang diberikan berupa bibit, pupuk, dan uang pemeliharaan. Kami berkoordinasi kepada petani siapa saja nanti yang akan ikut program itu. Bibitnya kami peroleh dari Purbalingga. Ini bantuannya dari Disbun Kabupaten Kudus kita hanya membantu menyalurkan saja (koordinasi kedinasan-red),” ujar dia.

Target yang ditetapkan tahun 2022 ini, lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 lalu sebesar 195 ribu ton.

“Tahun lalu targetnya 195 ribu ton, tapi karena mesin tidak beroperasi jadi realisasinya nol. Tapi hasil produksi petani tetap terserap ke PG lainnya,” jelas dia.

Terkait harga tebu yang akan dibeli PG Rendeng, pihaknya belum bisa memastikan karena menyesuaikan kondisi saat musim giling tiba.

‎”Harga tebu tergantung dari kualitasnya, kalau bagus harganya juga mahal. Nanti yang menentukan harga manajemen, tapi biasanya kisaran Rp 65 ribu per kwintal tebu,” ujar dia.

Harapannya dalam proses penggilingan tersebut, rendemennya bisa jauh lebih baik karena telah melakukan revitalisasi mesin.

Namun pihaknya masih belum menghitung secara rinci rendemen gula yang akan dihasilkan saat penggilingan mendatang.

Adapun kapasit‎as produksi mesin yang dimiliki PG Rendeng itu bisa mencapai 2.800 ton per harinya.

“Rendemen biasanya 7-7,5 persen, tapi dengan alat yang baru ini diperkirakan hasilnya juga lebih baik,” jelas dia.

‎Dia berharap, pemerintah dapat membantu membuat regulasi tidak hanya pupuk subsidi tetapi juga alokasi khusus bagi petani tebu.

Pasalnya musim panen tebu hanya satu kali dalam setahun, seharusnya harga gula juga 2,5 kali dari gabah.

Namun kenyataannya, harga beras dan gula tidak selisih banyak sehingga perlu regulasi untuk membantu petani tebu.

“Misalnya dengan memberikan subsidi khusus bagi petani tebu. Biar harganya juga bisa lebih bersaing,” ucapnya.

Menurutnya, regulasi yang tepat terhadap petani Kudus diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan.

“Ya harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan petani tebu rakyat,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.